nusabali

Pembangunan IPAL Sasar 10 Desa

  • www.nusabali.com-pembangunan-ipal-sasar-10-desa

Pemkab Bangli dapat kucuran program pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di tahun 2020. Pembangunan IPAL ini menyasar 10 desa di empat kecamatan.

BANGLI, NusaBali

Bantuan dari pemerintah pusat ini meliputi pembangunan IPAL skala perumahan, penambahan sambungan rumah (SR), dan pembangunan tangki septik skala kumunal.

Kasi Penyehatan Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Bangli, Komang Tri Agus Sudarmadi mengatakan, untuk meningkatkan kwalitas hidup masyarakat, salah satunya melalui sistem pengelolaan air limbah yang memenuhi standar kwalitas lingkungan. Untuk pemenuhan tersebut, pemerintah pusat dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) memberikan bantuan untuk pembangunan IPAL. Di tahun 2020 ada beberapa kegiatan pembangunan IPAL yang akan dilakukan di sejumlah desa.

Pembangunan IPAL skala pemukiman minimal 50 kepala keluarga (KK) menyasar Desa Sulahan Kecamatan Susut, Desa Tamanbali Kecamatan Bangli, dan Desa Buahan Kecamatan Kintamani. “Kegiatan pembanguan IPAL skala permukiman minimal 50 KK untuk di tiga desa dengan anggaran Rp 500 juta,” ungkap Komang Tri, Kamis (30/1). Menurut Komang Tri, ada pula kegiatan penambahan pipa penyambung sambungan rumah di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku dengan anggaran Rp 390 juta. Ada pula pembangunan tangki septic skala komunal 5-10 kepala keluarga di Desa Penglumbaran Kecamatan Susut, Desa Yangapi Kecamatan Tembuku, Desa Ulian, Desa Langgahan, Desa Serai, dan Desa Belantih Kecamatan Kintamani dengan alokasi dana Rp 466.200.000.

Sementara itu, desa-desa yang mendapat bantuan IPAL adalah desa-desa yang sebelumnya mendapat bantuan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) atau desa yang memiliki air. Pelaksanaan kegiatan ini akan dikerjakan dengan sistem swakelola. Dinas PUPR Perkim sebagai pendamping. “Tugas kami hanya melakukan verifikasi untuk pengambilan pekerjaan dilakukan oleh masyarakat lewat kelompok swadaya masyarakat,” imbuhnya. *esa

loading...

Komentar