nusabali

Visi dan Misi Perbekel saat Kampanye Diminta Diwujudkan

  • www.nusabali.com-visi-dan-misi-perbekel-saat-kampanye-diminta-diwujudkan

Perbekel yang baru dilantik diingatkan bisa bekerjasama dengan Badan Permusyawarahan Desa (BPD) dalam membangun desa masing-masing.

SINGARAJA, NusaBali
Sebanyak 12 orang calon perbekel hasil Pilkel serentak 31 Oktober 2019 lalu, resmi dilantik, Rabu (29/1) yang dipusatkan di Gedung Mr I Gusti Ketut Pudja, Eks Pelabuhan Buleleng. Pelantikan yang ketiga ini merupakan pelantikan terakhir dari pelaksanaan Pilkel serentak yang diikuti oleh 79 desa se-Buleleng.

Acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan dilakukan oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, dihadiri oleh pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng. Usai pelantikan, Agus Suradnyana menegaskan kembali, agar Perbekel yang baru dilantik bisa bekerjasama dengan Badan Permusyawarahan Desa (BPD) dalam membangun desa masing-masing.  “Wujudkanlah visi dan misi saat kampanye kepada masyarakat, jangan lupa untuk duduk bersama dan diskusikan pula dengan BPD dalam menyusun perencanaan di desa,” katanya.

Masih kata Bupati Agus Suradnyana, perbekel tidak dapat berdiri sendiri, karena di desa telah memiliki sebuah badan permusyawaratan yang menjadi mitra untuk bekerja sama membangun desa. “Yang paling penting bagi saya adalah menjadi seorang pengayah, yakni bagaimana sebagai perangkat desa dapat melakukan hal-hal yang bersifat konstruktif dan positif dalam upaya mendukung pembangunan  desa,” jelasnya.

Dalam pembangunan desa, seorang perbekel sejatinya mampu menggali potensi yang ada di desa. Ketika  mampu melihat potensi tersebut, maka perbekel mampu meningkatkan inovasi dan kreativitas untuk mewujudkan kesejahteraan desa. “Kepala desa tidak lagi menjadi simbol kekuasaan, melainkan sebagai sosok pemimpin yang cerdas. Memiliki kemauan yang tinggi dalam belajar dan memiliki banyak inovasi, terutama yang mampu memberdayakan masyarakat desa, memberdayakan Bumdes serta melahirkan jiwa wirausaha di masyarakat desa,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Buleleng, I Made Subur, mengatakan pelantikan terhadap 12 perbekel ini menjadi tahap terakhir. “Perlu diketahui pula bahwasannya masa jabatan telah dikelompokkan, sehingga terjadi 3 gelombang pelantikan para perbekel terpilih dan ini yang terakhir,” katanya.

Sebelumnya pelantikan tahap I dilakukan 17 Desember 2019 di Gedung Mr I Gusti Ketut Pudja. Dan tiga hari kemudian pelantikan tahap II dilakukan di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. Menurut Subut, setelah pelantikan ini, perlu diwujudkan apa yang menjadi visi dan misi kepala desa tersebut selama 6 tahun kedepan. Diakuinya juga, Bumdes sangat bergantung terhadap Analisi Kelayakan Usaha (AKU) yang berorientasi dengan melihat potensi desa. Melalui wadah Bumdes pula, desa dapat melakukan kegiatan-kegiatan fasilitasi dalam rangka perkuatan ekonomi desa dan membuka lapangan kerja baru.

“Sehingga ke depan akan diubah tagline-nya ‘Ayo Datang ke Desa’, dengan mengajak seluruh penduduk desa untuk membangun desanya, tatkala sudah bagus orang akan datang ke desa karena di sana ada ekonomi yang tumbuh, ada keunikan, dan  adat dan budaya,” ujarnya. *k19

loading...

Komentar