nusabali

700.000 Kendaraan Nunggak Pajak

  • www.nusabali.com-700000-kendaraan-nunggak-pajak

Kendaraan di Bali dalam lima tahun terakhir ini 3,3 juta. Yang sudah membayar pajak 2,6 juta.

GIANYAR, NusaBali

Sedikitnya 700.000 kendaraan jenis roda dua  dan roda empat di Bali nunggak pembayaran pajak. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Bali melakukan berbagai upaya untuk menggugah penunggak pajak ini. Di antaranya membuka kantor baru Samsat Pembantu di kawasan strategis, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Selasa (28/1) kemarin.

Kepala Dispenda Provinsi Bali Made Santha didampingi Kepala UPTD Samsat Gianyar Anak Agung Rai Sugiharta mengatakan, 700.000 kendaraan penunggak pajak itu dihimpun selama lima tahun terakhir. “Kendaraan di Bali dalam lima tahun terakhir ini 3,3 juta. Yang sudah membayar pajak regular 2,6 juta. Jadi kurang lebih ada 700.000 kendaraan yang belum membayar pajak,” ujarnya ditemui usai acara peresmian kantor baru.

Dari 700.000 kendaraan tersebut, 82 persen  kendaraan roda dua atau sepeda motor dan 18 persen kendaraan roda 4 ke atas.

Kata dia, bagi wajib pejak yang tidak menyelesaikan kewajiban pajak lima tahun plus dua tahun, akan diberikan saksi berupa penghapusan data kendaraan. Maka status kendaraan akan bodong. Cara lain, dengan mendekatkan pelayanan pada masyarakat. “Dengan kantor baru ini, Samsat akan mudah dijangkau masyarakat Gianyar barat dan utara, termasuk lintas kabupaten, seperti Kecamatan Abiansemal, Badung dan Kintamani, Bangli,” ujarnya.

Kepala UPTD Samsat Gianyar Anak Agung Rai Sugiharta menegaskan dibukanya Samsat Pembantu Gianyar di Sayan guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada wajib pajak. Jumlah masyarakat Gianyar sekitar 500.000 jiwa, kepemilikan kendaraan bermotor terdaftar 347.428 unit.

Bersamaan dengan peresmian kantor, juga dilaunching metode pembayaran non tunai melalui aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) dari Bank BPD Bali.

Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra yang hadir meresmikan mengapresiasi pembukaan kantor baru yang lokasinya strategis lintas kabupaten. “Untuk Gianyar, pendapatan bruto dari pajak bermotor Rp 387 miliar lebih. Pemkab Gianyar dapat alokasi Rp 83 miliar netto, per tahun,” ujarnya.

Ditambahkan, pelayanan Samsat harus nyaman dan adem. Kenyamanan antara lain  melalui pelayanan digitalisasi QRIS Bank BPD Bali. “Pelayanan di dalam juga harus lebih ramah, karena orang bawa uang jangan dijudesin,” pintanya.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma menjelaskan QRIS ini punya banyak keunggulan. “Wajib pajak tidak perlu lagi membawa uang tunai, tidak perlu dapat susuk uang receh. Perhitungannya pasti, dan mengantisipasi resiko uang palsu. Masyarakat cukup menggunakan uang elektronik atau melalui mobile banking, pembayaran samsat bisa selesai lebih cepat,” jelasnya. QRIS ini baru pertama kali diterapkan di Gianyar, pihaknya berencana UPT Samsat se Bali akan menerapkan hal yang sama. “Pertama kali di Gianyar, nantinya segera lanjut di UPT yang lain,” jelasnya.*nvi

Komentar