nusabali

Pebasket Candra Yustama Siap Maksimal di APG Filipina

  • www.nusabali.com-pebasket-candra-yustama-siap-maksimal-di-apg-filipina

Atlet basket kursi roda asal Bali Candra Yustama siap meraih hasil maksimal pada pertama kali tampil di ASEAN Para Games 2020 di Filipina.

JAKARTA, NusaBali

Kini, Candra menjalani pemusatan latihan bersama sembilan atlet lainnya di GOR UNS, Solo, Jawa Tengah.

"Latihan saat ini memasuki persiapan khusus, tiap Senin sampai Sabtu, masing-masing tiga jam pagi hari dan dua jam sore hari. Semoga nanti, kami mendapat hasil maksimal di ASEAN Para Games Filipina," ujar Candra, Rabu (23/1).

Candra mengatakan, persaingan di ASEAN Para Games sangat ketat. Khususnya dari Malaysia dan Thailand,  karena tim mereka terbentuk mulai 10 tahun lalu. Sedangkan Indonesia baru sekitar dua tahun. Meski begitu, Candra dkk tidak patah semangat.

Mereka optimistis menghadapi kedua tim tersebut. Untuk itu, Candra dkk semakin mematangkan kemampuannya. Mereka berencana try in ke Jakarta pada medio Februari.

"Kalau try out, kami melakukannya di Malaysia. Saat ini, kami berencana try in ke ibukota untuk menghadapi salah satu klub di Jakarta," ucap Candra.

Candra yakin, diriya dan kawan-kawannya mampu mengalahkan tim asal dari Jakarta itu. Bagi Candra, try in sangat bermanfaat, untuk mengetahui kemampuannya. Selain itu, juga untuk memperbaiki kekurangan, karena ASEAN Para Games masih menyisakan waktu dua bulan.

Candra mengenal basket kursi roda baru dua tahun setelah dia melihat atlet basket kursi roda latihan di Yayasan Damai Olahraga Bali, Denpasar.  Lalu Candra diajak bergabung dan merasa nyaman bermain basket kursi roda.  Hal itu membuatnya memutuskan menekuninya. Hasilnya Candra dipanggil Pelatnas pada Mei 2019.

Candra mengalami disabilitas sejak usia 19 tahun atau baru lulus dari SMA. Saat itu, badannya panas. Namun tidak langsung dibawa ke dokter. Dia hanya mengkonsumsi obat penurun panas. Sayang panasnya tidak turun.

“Kata dokter saya telat berobat. Dari sana saya kena polio," kata Candra.  Rasa sedih menyelimuti hari Candra, karena dia tidak bisa jalan seperti biasa. Dia harus menggunakan tongkat.  Candra pun sempat mengurung diri di kamar, karena malu dengan teman, keluarga dan tetangga. *k22

loading...

Komentar