nusabali

Persiapan Bali Hadapi PON Papua 2020 -SUB KONI Belum Akomodir 10 Cabor

  • www.nusabali.com-persiapan-bali-hadapi-pon-papua-2020-sub-koni-belum-akomodir-10-cabor

Dasar kami karena ke-10 cabor itu dicoret, dan belum dipertandingkan secara resmi. Meskipun ada upaya dipertandingkan, tapi kan belum resmi. Apalagi Pelatda tahap pertama dimulai sejak  Januari hingga sekitar tiga bulan ke depan

DENPASAR, NusaBali

KONI Bali hingga kini belum mengakomodasi 10 cabang olahraga (cabor) dalam program Pelatihan Daerah (Pelatda) tahap pertama. Pasalnya, ke-10 cabor itu dicoret dari daftar cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON Papua XX/2020. Ke-10 cabor itu, yakni  

Balap Sepeda, Bridge, Golf, Dansa, Gateball, Petanque, Ski Air, Soft Tenis, Tenis Meja dan Woodball . Informasi yang dihimpun dalam internal KONI Bali pada Rabu (22/1), ke-10 cabor belum masuk Pelatda, setelah KONI Bali memanggil cabor-cabor yang meloloskan atlet ke PON Papua. Dari ke-10 cabor itu telah meloloskan atletnya ke PON Papua, namun tidak ada yang masuk Pelatda. Pertimbangan utamanya karena dicoret dari daftar PON Papua 2020.

"Dasar kami karena ke-10 cabor itu dicoret, dan belum dipertandingkan resmi. Meskipun ada upaya dipertandingkan, tapi kita kan belum resmi. apalagi Pelatda tahap pertama dimulai sejak  Januari hingga sekitar tiga bulan ke depan," kata sumber di KONI Bali.

Dikonfirmasi terpisah Waketum KONI Bali, Maryoto Subekti mengakui sampai saat ini pihaknya masih menunggu keputusan resmi cabor tersebut dipertandingkan atau tidak. Jika sudah ada keputusan resmi, nanti tetap akan dimasukkan dalam program Pelatda KONI Bali. Namun mereka tetap diharapkan dan didorong rutin latihan. Dan, KONI Bali tetap memantau perkembangannya.

"Yang jelas verifikasi atlet tetap kita lakukan untuk 10 cabor itu. Program Pelatda memang belum," terang Maryoto Subekti.

Sementara Ketua Umum Pengprov ISSI Bali, Wayan Mariyana Wandhira mengakui cabornya belum masuk program Pelatda. Padahal cabor balap sepeda telah meloloskan atletnya ke PON Papua. Namun karena sebelumnya dicoret dari daftar PON, atletnya kini belum masuk Pelatda KONI Bali.

"Nanti kita akan bicarakan ke KONI Bali. Balap Sepeda kan sudah masuk di PON Papua. Masak atletnya tidak masuk Pelatda," tegas Wandhira.

Pria yang juga wakil Ketua DPRD Kota Denpasar berharap anggaran PON dirancang ideal, jadi semua itu sesuai dengan potensi kuota yang dikirim.

Hal yang sama juga diakui Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Bali, Nyoman Yamadhiputra, cabornya juga belum masuk program Pelatda. Yamadhiputra sendiri selama ini juga sebagai Binpres KONI Bali. *dek

Komentar