nusabali

Petani Kesulitan Air, Padi Baru Tanam Mengering

  • www.nusabali.com-petani-kesulitan-air-padi-baru-tanam-mengering

Petani di sejumlah tempat di wilayah Buleleng terancam mengalami kerugian besar pada musim tanam pertama (kerta masa) kali ini.

SINGARAJA, NusaBali

Masalahnya, lahan sawah yang baru ditanami padi, justru mengalami kekeringan akibat air semakin mengecil. Kondisi ini terjadi di hampir semua wilayah subak di Kecamatan Sawan. Lahan persawahan yang  baru ditanami padi berusia kurang lebih dua minggu, mengering karena tidak mendapat pasokan air.

Akibat pasokan air tidak normal, membuat tanaman padi mulai ditumbuhi rumput liar. Petani pun kini berjuang membersihkan rumput liar yang mengganggu pertumbuhan padi yang baru ditanam. “Jani keweh sajan dadi petani. Jeg sing mupu lamun terus kene. Hujan masih sing ade jani (sekarang sangat susah jadi petani. Kalau begini terus tidak bisa dapat hasil. Hujan juga tidak turun-turun, Red),” kata seorang petani yang ditemui di wilayah Subak Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Minggu (19/1/2020).

Kondisi tersebut juga terjadi di beberapa subak lainnya di Kecamatan Sawan. Akibat air di saluran irigasi mengecil, tidak banyak petani bisa menggarap lahannya untuk ditanami padi. Ini dilakukan menyesuaikan agar lahan yang ditanami padi dapat pasokan air. “Cara ngegadon jani, seke bedik ngidaang nanem padi. Len ganti ajak atiban, musim hujan nak ganti ngutang yeh, jani jeg sing ade yeh sajaan (Seperti musim tanam kedua sekarang, sedikit demi sedikit menanam padi. jauh sekali dengan setahun lalu, musim hujan biasanya sampai membuang air karena kelebihan),” ujar Wayan Sutama di Subak Babakan.

Sekadar dicatat, hampir di sebagian wilayah Buleleng, hujan hampir tidak ada. Padahal saat ini memasuki musim penghujan, dimana menjadi waktu kerta masa - musim tanam pertama. Dalam satu tahun, petani bisa menanam padi sebanyak tiga kali. Pertama, bernama kerta masa, kemudian musim tanam berikutnya , ngegadon. Pada musim tanam ngegadon, petani mulai mengurangi luas tanam, karena air sudah semakin sedikit, apalagi musim penghujan sudah mulai berganti ke musim panas.

Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Buleleng, I Made Sumiarsa yang dikonfirmasi kemarin, mengaku belum mendapat laporan resmi terjadi kesulitan air bagi petani yang mulai tanam padi. Meski demikian, pihaknya mengatahui belum banyak petani yang bisa menanam padi akibat curah hujan yang rendah. Disebutkan, dari luas lahan pertanian 1 hektare, yang bisa ditanami padi sekitar 25-30 persennya, akibat pasokan air tidak normal.  “Belum ada laporan, tetapi kami juga melihat kondisi tersebut. Sehingga kami pun juga kesulitan melaporkan berapa luas tanam padi tahun ini. Karena tidak semua lahan bisa ditanami padi sekarang,” terangnya.

Masih kata Sumiarsa, pihaknya berharap petani bisa menyesuaikan kondisi tanam dengan ketersediaan air. Karena saat ini, curah hujan di hampir wilayah Buleleng masih sangat minim. *k19

loading...

Komentar