nusabali

Perumda Tirta Tohlangkir Mapunia di Pura Penataran Agung Nangka

  • www.nusabali.com-perumda-tirta-tohlangkir-mapunia-di-pura-penataran-agung-nangka

Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem ngaturang dana punia Rp 30,15 juta untuk perbaikan pembangunan bale gong dan bale persantian di Pura Penataran Agung, Banjar Nangka, Desa Adat Nangka, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Karangasem, Kamis (16/1).

AMLAPURA, NusaBali

Punia dihaturkan oleh Direktur Perumda Tirta Tohlangkir I Gusti Made Singarsi dan diterima Bendesa Adat Nangka, I Ketut Oka. Diharapkan, perbaikan dua bale yang rusak dikoyak puting beliung segera tuntas.

Gusti Made Singarsi mengatakan, punia sebesar Rp 30,15 juta bersumber dari punia seluruh karyawan PT Perumda Tirta Tohlangkir. Punia yang dihaturkan oleh karyawan seikhlasnya hingga terkumpul Rp 30,15 juta. “Saya hanya mengajak karyawan mapunia untuk turut meringankan beban pangempon Pura Penataran Agung. Mereka antusiasa mapunia,” ungkap Gusti Made Singarsi. Dikatakan, jumlah karyawan Perumda Tirta Tohlangkir sebanyak 136 orang.

Sebelum menghaturkan dana punia, para karyawan Perumda Tirta Tohlangkir sembahyang bersama dan ngayah mareresik di sekitar pura. Bendesa Adat Nangka I Ketut Oka merasa terbantu dengan punia dari karyawan Perumda Tirta Tohlangkir. Dijelaskan, bale persantian dan bale gong yang tumbang dikoyak puting beliung dibiayai punia umat dan BKK APBD Karangasem 2018.

Khusus bale persantian, tumbang untuk kedua kalinya. Nantinya bale persatian dan bale gong dibangun kembali dengan menggunakan konstruksi tiang pancang dan saka (tiang) beton. Tujuannya agar irit biaya dan lebih kuat. “Kami sudah menghubungi tukang ahli tiang pancang beton. Nantinya tiang bale dirancang mirip tiang kayu lengkap dengan ukiran,” kata I Ketut Oka. Sementara Ketua Panitia Pembangunan I Gusti Made Tusan mengapresiasi langkah cepat Perumda Tirta Tohlangkir ngaturang dana punia. “Perumda Tirta Tohlangkir memang tanggap atas bencana menimpa Pura Penataran Agung, apalagi perbaikan segera dilakukan, membutuhkan biaya cukup besar, hingga Rp 350 juta,” kata I Gusti Made Tusan. *k16

loading...

Komentar