nusabali

Setahun Beroperasi, Aset Pasar Badung Belum Jelas ke PD Pasar

  • www.nusabali.com-setahun-beroperasi-aset-pasar-badung-belum-jelas-ke-pd-pasar

Pasar Badung yang sudah setahun beroperasi sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo hingga kini belum mendapatkan kepastian proses penyerahan aset yang dilakukan oleh Pemkot Denpasar.

DENPASAR, NusaBali

Akibatnya, PD Pasar tidak bisa melakukan seluruh jenis pungutan dan mengalami hambatan pada perbaikan dan pemeliharaan.

Direktur Utama PD Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata saat dihubungi, Senin (13/1) mengatakan, hibah Pasar Badung memang sudah turun sejak 2019 lalu ke Pemkot Denpasar, namun saat ini proses tersebut belum sampai ke PD Pasar. Dia mengaku sudah sempat bersurat ke Pemkot yang ditujukan ke Walikota Denpasar, namun hingga saat ini belum ada kepastian terhadap penyerahan aset Pasar Badung.

Kata Gus Kowi sapaannya, pihaknya mengajukan dua opsi dalam pengelolaan Pasar Badung yakni penyertaan modal atau sistem kerjasama pemanfaatan. Jika penyertaan modal kata dia, PD Pasar lebih leluasa mengelola. Namun, tidak akan mendapatkan keuntungan bersih karena rugi laba perusahaan akan dipotong penyusutan. “Sehingga akan kelihatan merugi,” ujarnya.

Sementara jika pengelolaan dilakukan dengan opsi kerjasama pemanfaatan berarti aset Pasar Badung masih ditangan Pemkot sehingga pengelolaan harus seizin Pemkot. Tetapi PD Pasar tidak dibebankan penyusutan gedung. "Kalau PD Pasar boleh minta, sebaiknya kerjasama pengelolaan. Jadi bertahap penyerahannya. Dimana akan ada bagi hasil terhadap pengelolaan Pasar Badung. Ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa disetor keuntungan dari hasil pengelolaan bersama," jelasnya.

Namun jika diberikan penyertaan modal, PD Pasar tetap siap melaksanakannya. "Kalau penyertaan modal kami juga siap asal ada komitmen owner (Pemkot) dan legislatif bahwa PD Pasar tidak akan mendapatkan keuntungan bersih dalam beberapa tahun ke depan, itu resikonya," ungkapnya.

Dari dua opsi tersebut, PD Pasar ingin ada kejelasan status aset Pasar Badung secepatnya dari Pemkot Denpasar. Sebab, jika belum jelas opsi mana yang akan dilakukan maka imbasnya pihak PD Pasar tidak bisa melakukan seluruh jenis pungutan untuk mendanai operasional dan penambahan pendapatan Pasar Badung. "Perbaikan pemeliharaan pasar juga terhambat karena belum jelas asetnya. Yang jelas penataan belum bisa maksimal dilakukan karena belum boleh," imbuhnya.

Jika semakin terus ditunda, menurut Gus Kowi, maka kerugian PD Pasar akan semakin besar. Sebab, biaya listrik yang paling utama cukup mahal. Padahal, rencana kerja anggaran 2020 sudah dimulai Februari dan sudah dirancang pendapatan maksimal di Pasar Badung. "Jika ini tertunda rencana pendapatan 2020 sebesar Rp 50 miliar di seluruh pasar akan terganggu," sebutnya.

Sementara Komisi II DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Nasdem-PSI, I Wayan Gatra mengatakan, proses penyerahan aset dari Pemkot Denpasar ke PD Pasar sudah bisa dilakukan karena pembahasan nomenklatur PD Pasar menjadi Perumda Pasar Sewakadarma. Namun dalam penyerahan itu, sudah jelas dalam aturan hanya memperbolehkan penyertaan modal.

Oleh karena itu, tugas DPRD sudah selesai dan saat ini pihaknya mendorong Pemkot Denpasar segera melakukan proses tersebut. "Ya jelas akan membuat hambatan bagi PD Pasar kalau ini masih ditunda proses asetnya. Padahal kalau terkait nomenklatur sudah selesai. Sekarang itu tugas Pemkot harus segera memproses aset tersebut," jelasnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Denpasar, I Made Pasek Mandira mengatakan, sudah mengecek ke stafnya terkait dengan aset tersebut. Made Pasek mengatakan memang sudah pernah mendapatkan surat namun pihak PD Pasar sebelumnya meminta adanya penyertaan modal.

Karena pihak Pemkot Denpasar memberikan dua opsi antara penyertaan modal atau kerjasama pemanfaatan. Dengan adanya dua opsi tersebut saat ini pihaknya masih meminta kepastian keinginan dari PD Pasar. "Kami sudah sempat membahas, namun sekarang kami masih menunggu keputusan dari PD Pasar dari dua opsi tersebut. Katanya masih didiskusikan. Sementara kami tunggu mereka baru bisa memutuskan," tandasnya. *mis

loading...

Komentar