nusabali

Ratusan Driver Grab Demo Kantor Sendiri

Layanan GrabCar Airport DPS Hilang di Aplikasi

  • www.nusabali.com-ratusan-driver-grab-demo-kantor-sendiri

Para driver Grab ini merasa dipermainkan, sebab, menghilangkan aplikasi sama saja dengan menutup pekerjaan mereka.

DENPASAR, NusaBali

Ratusan driver taksi berbasis aplikasi atau online Grab menggeruduk kantornya di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat, Denpasar, Jumat (10/1). Para driver Grab yang bernaung di bawah Koperasi Resimen Sunda Kecil (RSK) dan beroperasi di wilayah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ini mendatangi kantornya karena layanan GrabCar Airport DPS tiba-tiba hilang dari aplikasi. Oleh karena itu, mereka memilih mendatangi kantor Grab Bali guna meminta kejelasan.

Kedatangan ratusan driver Grab sekitar pukul 09.00 Wita dengan berpakaian adat madya sempat memanas. Mereka sambil membawa poster berteriak-teriak meminta pertanggung jawaban dan alasan dari pihak Grab kenapa aplikasi dimatikan. Driver Grab yang tergabung dalam Koperasi RSK ini merasa dirugikan oleh operator Grab yang tiba-tiba mematikan aplikasi tanpa alasan yang jelas.

Hal ini pun membuat mereka murka karena sudah bersusah payah mendirikan koperasi di Airport Ngurah Rai sebagai payung hukum agar tidak lagi ribut dengan sopir taksi konvensional. Para driver ini merasa dipermainkan, sebab, menghilangkan aplikasi sama saja dengan menutup pekerjaan mereka.
 
"Iya jadi kedatangan kita menuntut layanan kita yang diputus, ada sekitar 200 driver menuntut pertanggungjawaban dari pihak Grab karena mendadak layanannya diputus sepihak, dan sekarang sudah dilakukan mediasi atas tuntutan teman-teman," kata Ketua Koperasi Resimen Sunda Kecil, I Wayan Sugiartana, di kantor Grab Bali, Jumat (10/1) siang.

Terkait dengan penyebab adanya pemutusan tersebut, pihaknya belum mengetahui secara pasti karena saat ini sedang menunggu konfirmasi resmi dari pihak Grab Bali untuk mengaktifkan kembali layanan GrabCar Airport DPS. Selain itu menjadikan RSK sebagai vendor resmi Grab Bali.

Sugiartana juga menyebutkan permintaan lain agar ada evaluasi terhadap oknum personel Grab Bandara Ngurah Rai atas penyalahgunaan wewenang, seperti menjual rompi yang harusnya gratis, melakukan jual beli akun dan melakukan pinjaman ke driver kisaran Rp500 ribu-Rp1 juta. Dia mengaku mengetahui adanya pemutusan layanan GrabCar Airport DPS pada pukul 06.30 Wita. Setelah melakukan mediasi selama kurang lebih tiga jam, pihak Grab Bali melalui Branch Head Grab Bali, Kresno Wibowo mengatakan layanan Grab Airport sudah dimunculkan kembali atas hasil kerja sama dengan Tim TI dari Grab Pusat.

"Sebenarnya teman-teman RSK datang karena menyampaikan aspirasi, bukan demo karena tahunya kantor Grab di sini ya dan melakukan mediasi dengan baik, karena nanti akan ada pertemuan lanjutan dengan pihak-pihak yang bisa mengambil keputusan atas ini," kata Kresno Wibowo. Dia menegaskan bahwa pemutusan aplikasi tersebut bukan berasal dari Kantor Grab Bali. Dijelaskan bahwa terdapat beberapa tim yang berbeda secara operasional, baik tim operasional yang menangani di bandara seluruh Indonesia maupun tim operasional driver reguler di Bali. "Bukan hacker juga, yang pasti Grab yang mematikan tapi kan siapa pihaknya dan karena apa ya saya belum tahu, makanya harus cek dulu, karena bisa saja bukan dari pusat tapi dari tim lain, yang penting hari ini sudah clear," ucapnya.

Wakil Ketua Operasional Grab Airport RSK, Yohanes Holo Kurniawan mengungkapkan, pengorbanan agar bisa bekerja jadi sopir Grab Airport ini tidak sedikit. Mobil yang digunakan mesti baru, minimal keluaran tahun 2015 serta harus memenuhi perizinan angkutan dan bahkan diminta mengurus sendiri.  Diakuinya untuk bisa menarik penumpang di bandara dengan Grab, para sopir ini diminta wajib bernaung dalam koperasi. "Ya mohon maklumi keadaan kami dan tidak punya pekerjaan lain. Semua sudah kami keluarkan mobil-mobil ini, kami minta pertanggung jawaban sama Grab," ucapnya.

Sementara itu, aksi protes sopir Grab Bandara ini dijaga oleh puluhan personel dari Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Barat. "Jadi personelnya kurang lebih ada 50 orang, pengamanannya juga dengan sistem terbuka dan tertutup seperti ini walaupun sebenarnya aksi ini tidak diberitahukan sebelumnya, kita tetap melakukan penjagaan bersama dengan jajaran Polsek Denbar," kata Kepala Bagian Operasional Polresta Denpasar, Kompol I Nyoman Gatra. *mis, ant

loading...

Komentar