nusabali

Desa Sukadana Bangun Reservoar

  • www.nusabali.com-desa-sukadana-bangun-reservoar

Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Karangasem menuntaskan pembangunan reservoar dengan daya tampung 6.000 meter kubik.

AMLAPURA, NusaBali

Reservoar ini dibangun di Banjar Bukit. Rencananya diujicobakan pada Minggu (5/1). Proyek pelayanan air bersih ini merupakan kolaborasi program Pamsimas (Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat) dengan PAM desa.

Perbekel Desa Sukadana I Gede Suardana mengatakan, reservoar di Banjar Bukit dibangun sejak setahun lalu, sedangkan sumur di Banjar Tigaron Kangin sudah ada sejak lama. Setelah dapat proyek Pamsimas, swadaya masyarakat dan PAM Desa Sukadana, maka dibangun jaringan pipa sepanjang 6.500 meter. Setelah pemasangan pipa tuntas, dilanjutkan dengan pemasangan sambungan rumah ke rumah-rumah warga di Banjar Bukit dan Banjar Mekarsari. Jumlah sambungan rumah sebanyak 5.300.

Rencananya ujicoba mengalirkan air sumur dengan debit 20 liter per detik, diangkat menggunakan pompa ke reservoar. Air dari reservoar  dialirkan ke rumah warga. “Warga kami antusias berswadaya untuk pengadaan air bersih, hingga membangun sambungan rumah,” ungkap Gede Suardana, Jumat (3/1). Dikatakan, setiap musim panas membeli air per mobil tangki kapasitas 5.000 liter dengan harga Rp 300.000. Dengan memiliki PAM desa, warga membeli air per meter kubik Rp 7.000.

Harga itu nantinya bisa diturunkan jika pelanggan terus bertambah. Khusus reservoar yang dibangun tahun 2019 untuk dua banjar masing-masing Banjar Bukit berpenduduk 1.278 jiwa dan Banjar Mekar Sari berpenduduk 683 jiwa. “Nantinya pelayanan penjualan air dikelola BUMDes Desa Sukadana,” katanya. Dijelaskan, Desa Sukadana mewilayahi delapan banjar. Banjar Tigaron Kangin dan Banjar Tigaron telah mendapatkan pelayanan air bersih. Sedangkan tahun 2020 ini pelayanannya dioptimalkan di Banjar Bukit dan Banjar Mekar sari.

Selebihnya belum optimal dapat pelayanan air seperti Banjar Karangsari, Banjar Kayuaya, Banjar Nusu, dan Banjar Lebah. Dikatakan, air yang dijual BUMDes Rp 7.000 per meter kubik, jauh lebih mahal dibandingkan milik Perumda PT Tirta Tohlangkir yang Rp 1.500 per meter kubik. Sebab untuk biaya listrik dan pemeliharaan sambungan cukup mahal, sehingga subsidinya kecil. “Makanya semakin banyak pelanggan, nantinya tarif bisa ditekan,” lanjutnya. *k16

Komentar