nusabali

Sepekan Diburu, Suami Pembunuh Istri Belum Tertangkap

  • www.nusabali.com-sepekan-diburu-suami-pembunuh-istri-belum-tertangkap

Sepekan usai aksi keji pembunuhan Ni Ketut Raning Siartini, 37, yang diduga dilakukan suaminya, Ragil Wahyu Sudiono, petugas kepolisian belum juga berhasil membekuknya.

DENPASAR, NusaBali

Padahal polisi sudah mengobok-obok sejumlah tempat persembunyian Ragil termasuk di kampung halamannya di Madiun, Jawa Timur.

“Sudah sepekan anggota Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur mengobok-obok wilayah Madiun, Jawa Timur untuk mencari pelaku. Dalam upaya itu belum membuahkan hasil. Polisi melakukan pengejaran ke Madiun karena terduga pelaku berasal dari Madiun. Pelaku kabur ke luar Bali dengan menggunakan sepeda motor,” tutur sumber, pada Jumat (3/1).

Sementara Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan mengatakan kasusnya masih dalam penyelidikan dan pelaku masih dikejar. "Masih dalam pengejaran. Anggota kami masih memburu pelaku. Terkait motif dan kronologis, nanti akan disampaikan setelah pelaku ditangkap," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ni Ketut Raning Siartini ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar di atas tempat tidurnya pada sebuah kontrakan di kawasan Jalan Waribang 18 Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Kamis (26/12) pagi. Korban pertama kali diketahui tewas oleh anak kandungnya sendiri bernama I Kadek Dita, 14 pada pukul 06.00 Wita pagi itu.

Sebelum korban ditemukan tewas bersimbah darah, suami kedua pelaku yang kini masih dalam proses pengurusan perceraian di pengadilan sempat datang ke kontarakan yang dijadikan sebagai warung makan itu. Sekitar pukul 03.30 Wita  terduga meminta agar Kadek Dita dan adik tirinya, Rizky, 5 pindah ke kamar sebelah.

Sekitar pukul 06.00 Wita korban ditemukan bersimbah darah dan tewas oleh Kadek Dita. Sementara Ragil suami kedua korban saat itu sudah kabur. Diduga dalam selang beberapa jam itu pelaku menghabisi korban dengan cara menikam. Terdapat empat luka tusuk, dua di antaranya sampai mengenai pembuluh darah besar. Dua luka tusuk cukup dalam inilah yang menyebabkan kematian korban. *pol

loading...

Komentar