nusabali

Tewas Ditebas Adik Misan di Pesta Miras

Insiden Maut Saat Perayaan Malam Tahun Baru di Desa Pererenan

  • www.nusabali.com-tewas-ditebas-adik-misan-di-pesta-miras

Sebelum bunuh sang kakak sepupu, pelaku I Gusti Ngurah Adi Putra lebih dulu tebas ibu kandungnya saat kepergok mengambil senjata pedang

MANGUPURA, NusaBali

Aksi penebasan hingga merenggut korban jiwa terjadi saat pesta minuman keras untuk menyambut tahun baru 2020 di Warung CGT kawasan Banjar Jempinis, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, Selasa (31/12) malam. Korbannya adalah seorang anggota Pengamanan Desa (Pamdes) Pererenan, I Gusti Agung Alit Mahaputra, 29, yang tewas ditebas pedang oleh adik misan (sepupu)-nya, I Gusti Ngurah Adi Putra, 22.  

Informasi di lapangan, sebelum terjadi keributan berujung pembunuhan itu, di Warung CGT milik I Gusti Ngurah Bagus Putra Ariana, 30, berlangsung pesta miras sejak Selasa sore pukul 17.30 Wita. Pesta miras itu diprakarsai I Putu Candradinata, 27, bersama beberapa rekannya, termasuk pelaku IGN Adi Putra.

Setelah pesta miras berlangsung beberapa lama, korban IGA Alit Mahaputra ikut bergabung. Awalnya, pesta miras berjalan lancar. Namun, ketegangan mulai terjadi malam sekitar pukul 20.50 Wita, ketika Putu Candradinata tanpa sengaja menjatuhkan teko yang digunakan sebagai tempat miras. Ternyata, jatuhnya teko ini membuat pelaku IGN Adi Putra tersinggung hingga terlibat cekcok mulut dengan Putu Candradinata.

Melihat keributan ini, korban Alit Mahaputra berupaya untuk menengahi pertengkaran adik misannya, Adi Putra, dengan Candradinata. Namun, niat baik korban justru membuat adik misannya semakin beringas. Pelaku Adi Putra kemudian kembali ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi TKP. Ternyata, pelaku pulang untuk mengambil sebilah pedang yang disimpan di dalam kamarnya, lalu balik ke Warung CGT membawa senjata tajam mematikan tersebut.

Ketika mengambil senjata pedang, pelaku Adi Putra kepergok oleh ibunya, I Gusti Ayu Wetri. Sang ibu pun berusaha menghadang putranya ini agar tidak berkelahi di warung. Namun, pelaku malah semakin kalap, bahkan tega menebas tangan kiri ibu kandungnya hingga luka robek. Setelah menebas ibunya, pelaku Adi Putra bergegas menuju Warung CGT sambil membawa pedang yang masih berlumuran darah.

Sesampainya di Warung CGT malam sekitar pukul 21.30 Wita, pelaku Adi Putra berupaya menyerang Candradinata dengan senjata pedang. Namun, Candradinata berhasil kabur ke arah barat untuk menyelamatkan diri. Sedangkan korban Alit Mahaputra yang notabene kakak misan pelaku, berlari ke arah timur. Namun, korban malah dikejar oleh pelaku.

Korban Alit Mahaputra berhasil dikejar dan diserang pelaku Adi Putra di depan Pojok Laundry. Tanpa ampun, pelaku menebas kakak misannya yang seorang Pamdes Pererenan dengan pedang sampai luka parah di bagian perut kiri, hingga ususnya terburai. Selain luka di perut, korban juga mengalami luka lecet pada leher kiri dan siku kanan.

Korban Alit Mahaputra pun tersungkur bersimbah darah, hingga akhirnya meregang nyawa. Pria berusia 29 tahun ini sempat dilarikan ke RSUD Mangusada di Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung pasca ditebas adik misannya, untuk dilakukan penanganan medis. Namun sayang, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Korban keburu menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju ke RSUD Mangusada.

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban Alit Mahaputra dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar guna ditopsi. Sedangkan ibu kandung pelaku Adi Putra, yakni I Gusti Ayu Metri (bibi dari korban Alit Mahaputra), yang terluka tebas di tangan kiri, hingga Rabu kemarin masih dirawat di RSUD Mangusada.

Sementara, pelaku Adi Putra langsung pulang ke rumahnya di Banjar Jempinis, Desa Pererenan, usai menghabisi nyawa kakak sepupunya. Peristiwa maut ini dilaporkan warga ke polisi. Begitu mendapat laporan, jajaran Polres Badung langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi, dan menangkap pelaku Adi Putra.

Menurut Kasubbag Humas Polres Badung, Iptu I Ketut Oka Bawa, tim yang terjun ke lokasi TKP adalah Tim Opsnal Polsek Mengwi, dengan dipimpin Panit Opsnal, Ipda Made Mangku Bunciana. Pelaku Adi Putra berhasil ditanglap di rumahnya tanpa perlawanan, Rabu (1/10) dinihari sekitar pukul 00.30 Wita.

“Pelaku berikut barang bukti berupa senjata pedang diamankan ke Mapolsek Mengwi untuk menjalani proses hukum,” ungkap Iptu Ketut Oka Bawa saat dikonfirmasi NusaBali, Rabu kemarin.

Iptu Oka Bawa menyebutkan, hingga Rabu kemarin, pelaku Adi Putra masih diperiksa intensif di Mapolsek Mengwi. Dari hasil pemeriksaan sementara, pemuda berusia 22 tahun ini nekat menebas kakak sepupunya hingga tewas, karena tersinggung pada saat pesta miras.

Pelaku Adi Putra, kata Iptu Oka Bawa, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yang bersangkutan dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, jenazah korban IGA Alit Mahaputra hingga Rabu kemarin masih  erada di RSUP Sanglah. Rencananya, jenazah korban penebasan oleh adik misannya tersebut akan dikuburkan pada Wraspati Paing Kulantir, Kamis (2/1) ini.

Korban Alit Mahaputra sendiri merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan I Gusti Ngurah Rai Subawa dan I Gusti Ayu Gede Ariani. Sedangkan ibunda tersangka IGN Adi Putra, yakni IGA Wetri, merupakan adik dari IGN Rai Subawa.

Saat NusaBali berkunjung ke rumah duka di Banjar Jempinis, Desa Pererenan, Rabu kemarin, sejumlah kerabat dan keluarga korban tampak sibuk mempersiapkan sara upacara. Ayah korban, IGN Rai Subawa, tampak sangat terpukul atas kematian tragis putra bungsunya. Dia pun enggan menjawab NusaBali. “Mohon maaf, Pak, saya belum bisa bicara. Saya sangat terpukul dan trauma dengan peristiwa yang menimpa anak saya ini,” keluh Rai Subawa sambil menangis.

Sedangkan paman korban, I Gusti Ngurah Suamba, mengatakan keponakannya yang tewas akibat ditebas saat pesta miras ini kesehariannya bekerja di salah satu SPBU kawasan jalan menuju Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. Selain itu, korban Alit Mahaputra juga menjadi Pamdes Pererenan.

Menurut Suamba, peristiwa maut yang merenggut nyawa keponakannya ini terjadi akibat salah paham saat pesta miras di Warung CGT. “Saya tidak tahu persis urutan peristiwanya. Yang saya dengar, keponakan saya ini datang ke tempat pesta miras itu setelah mendengar adanya ke-ributan. Sampai di sana, dia coba melerai keduabelah pihak. Tapi, justru dia yang jadi sasaran,” cerita Suamba. *pol

Komentar