nusabali

Dinas Peternakan Jamin Babi Bali Aman dari Wabah ASF

  • www.nusabali.com-dinas-peternakan-jamin-babi-bali-aman-dari-wabah-asf

Bali masih aman dari serangan wabah demam babi Afrika. Namun kewaspadaan tetap dilakukan terhadap peternak.

DENPASAR, NusaBali.com
Baru-baru ini wabah demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) menyerang beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara. Wabah ini dilaporkan langsung oleh Kementerian Pertanian melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 820/KPTS/PK.320/M/12/2019 tentang pernyataan wabah demam babi Afrika.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana menjamin bahwa babi Bali masih aman dari wabah ini. Salah satu media penyebaran wabah ASF diindikasikan melalui sisa makanan yang digunakan sebagai pakan babi. "Seperti yang kita ketahui di Bali masih banyak peternak yang memanfaatkan sisa-sisa makanan dari hotel atau restoran untuk pakan babinya. Untuk ini kita sudah petakan," ujarnya. 

Untuk mencegah masuknya virus ASF ke Bali, Dinas Peternakan Provinsi Bali mengambil langkah tegas untuk memperketat masuknya makanan dari luar Bali. Ia juga juga menegaskan Bali tidak memasok daging babi dari luar daerah. "Bali sudah swasembada sejak beberapa tahun terakhir," katanya. 

Saat ini, lanjutnya, masih ada sekitar 400 ton surplus daging babi di Bali. "400 ton itu artinya sudah proses pengelolaan, konsumsi untuk masyarakat lokal, dan kebutuhan untuk upacara keagamaan," ungkapnya.

Swasembada babi di Bali dikarenakan jumlah populasi babi yang sangat banyak. Ada total 762.409 ekor babi yang tersebar diseluruh Kabupaten/Kota se Bali. Rinciannya Denpasar 14.374, Badung 70.356, Gianyar 138.764, Klungkung 23.309, Karangasem 142.758, Bangli 59.747, Buleleng 195.927, Jembrana 22.826, dan Tabanan 94.348

Pihaknya juga menilai penting untuk mengisi kekosongan daging babi di beberapa daerah, seperti DKI Jakarta pasca dihentikannya pasokan daging babi dari Sumatera Utara. "Biasanya daging babi di DKI Jakarta itu dipasok dari Sumatera Utara. Sekarang Sumatera Utara tidak mengeluarkan daging babi, maka untuk mengisi peluang pasar di DKI Jakarta dipasoklah daging babi dari Bali," sambungnya.

Mardiana mencotohkan, baru-baru ini Bali telah memasok daging babi ke DKI Jakarta sebanyak 5 ton daging berupa sosis dan daging olahan. "Kadang di Solo juga, karena di Solo kan sudah tidak boleh ada peternakan daging babi," ujarnya. 

Ia menegaskan kembali bahwa virus ASF tidak menular kepada manusia. "Tidak ada kaitannya dengan itu. Hanya saja yang menjadi ketakutan kami ada pada peternak babi. Kalau sampai virus ini masuk, maka peternak akan rugi," pungkasnya.*has

Komentar