nusabali

Hari Ini, Masyarakat Bali Bisa Amati Gerhana Matahari Cincin

Wajib Gunakan Kacamata Khusus atau Teleskop

  • www.nusabali.com-hari-ini-masyarakat-bali-bisa-amati-gerhana-matahari-cincin

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengemukakan, masyarakat Bali bisa mengamati gerhana matahari cincin pada Kamis (26/12) dari pukul 12.11 Wita hingga 15.36 Wita.

MANGUPURA, NusaBali
Untuk menghindari berbagai kemungkinan terburuk, BBMKG menyarankan masyarakat menggunakan alat bantu saat melakukan pengamatan terhadap fenomena tersebut.

Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar Iman Fatchurochman menerangkan, hasil analisa pihaknya, bahwa gerhana matahari cincin ini akan terjadi di Pulau Dewata dari pukul 12.11 Wita hingga 15.36 Wita. Masyarakat bisa mengamati pergerakan gerhana tersebut selama tiga jam lebih. Iman menyarankan masyarakat mempersiapkan peralatan yang perlu untuk melakukan pengamatan gerhana matahari cincin tersebut.

“Tidak boleh dilakukan (melihat langsung ke matahari, Red) tanpa alat bantu karena dapat menyebabkan kerusakan hingga kebutaan. Oleh karena itu, kami imbau masyarakat agar menggunakan kacamata khusus matahari atau menggunakan teleskop yang dilengkapi dengan filter matahari, seperti filter Neutral Density 5 (ND-5) untuk mengamati gerhana matahari cincin itu,” ungkapnya, Rabu (25/12) siang.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi terletak pada satu garis sehingga tidak sepenuhnya cahaya matahari dapat diterima bumi. Disebut gerhana matahari cincin karena cahaya matahari yang menuju ke bumi ditutup sepenuhnya oleh permukaan bulan, sehingga tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya. Wilayah yang terlewati jalur cincin pada GMC 26 Desember 2019 adalah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilangka, Samudra India, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Samudera Pasifik. GMC 26 Desember 2019 ini dapat diamati di sedikit Afrika bagian Timur, seluruh wilayah Asia, Samudra India, Australia bagian Utara, dan Samudera Pasifik berupa gerhana matahari sebagian.

“Jadi di Bali yang waktunya tergolong lama untuk melakukan pengamatan itu. Tapi, harus dengan alat bantu untuk mengurangi risiko,” ungkapnya

Dijelaskannya, gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus. Dimana cahaya matahari yang menyinari bumi terhalangi oleh bulan sehingga kondisi bumi akan gelap seperti malam hari meskipun masih siang/sore hari. Fenomena ini terjadi akibat dinamisnya pergerakan matahari, bumi, dan bulan yang terjadi pada fase bulan baru. Sedangkan gerhana bulan terjadi ketika cahaya matahari menuju bulan terhalangi oleh bumi, sehingga tidak semua cahayanya sampai ke bulan dan itu terjadi pada saat bulan purnama. *dar

Komentar