nusabali

Pemandangan ke Layar Videotron Tak Efektif

  • www.nusabali.com-pemandangan-ke-layar-videotron-tak-efektif

Videotron Pemkab Gianyar bernilai Rp 1.688.396.072 atau Rp 1,6 miliar lebih di selatan Taman Kota Gianyar akan dilaunching Bupati Gianyar Made Mahayastra, Minggu (8/12).

GIANYAR, NusaBali

Videotron ini menambah daya tarik sisi barat Kota Gianyar. Namun beberapa warga menilai posisi benda ini berlawanan dengan mayoritas penglihatan para pemakai jalan sehingga jadi kurang efektif.

Pantauan di lokasi, Rabu (4/12), proyek yang digarap PT Arion Indonesia tersebut kini dalam tahap finishing (akhir). Layar monitor videotron telah dicoba untuk dinyalakan oleh pihak pelaksana. Namun layar vedio ini hanya efektif dilihat dari arah barat. Karena di perempatan tersebut ada dua arah satu jalur yakni dari selatan atau Jalan Kebo Iwa menuju Jalan Ciung Wanara, dan dari timur atau Jalan Ngurah Rai menuju Jalan Bypass Darma Giri lanjut ke wilayah Kecamatan Blahbatuh. ‘’Vedio ini sangat menarik perhatian. Sayang jarak pandangnya tanggung karena di perempatan ini ada satu jalur arus kendaraan dari dua arah. Kesannya jadi ribet untuk memandang video ini,’’ ujar beberapa warga sekitar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika  (Kominfo) Gianyar Tjokorda Rai Widiarsa P  membenarkan videotron ini akan dilaunching, Minggu (8/12). Dia mengakui, leading sector proyek ini di Dinas Kominfo Gianyar. Namun, jelas Cok Widiarsa, Kominfo hanya mengkoordinasikan proyek. Dia tak menjelaskan metode pemasangan anggaran di APBD 2019 hingga proyek ini bernilai Rp 1,6 miliar lebih. Kata dia, proyek ini ada perencanaan, tender di ULP (unit layanan pengadaan) Pemkab Gianyar, melibatkan konsultan perencanaan dan pengawas bidang IT. ‘’Jika ada yang menyatakan proyek ini murah atau mahal, itu pengawas yang bertanggungjawab. Kalau ada seloroh-seloroh tentang proyek ini, bila perlu silakan diaudit,’’ jelasnya.

Cok Widiarsa mengaku tak pernah terbeban secara psikis jika ada pihak yang menduga ada angka pembengkakan atau tidak tentang nilai proyek tersebut. ‘’Karena tahapan kerja kami sesuai KAK (kerangka acuan kegiatan). Masalah kualitas dan item barangnya bagaimana dan seperti apa, itu pengawas punya peran,’’ ujar pejabat asal Puri Pejeng, Desa Pejeng, Tampaksiring ini. *lsa

loading...

Komentar