nusabali

Nikita Mirzani Semprot PLN

  • www.nusabali.com-nikita-mirzani-semprot-pln

Biaya pemakaian listrik kena Rp 26 juta dinilainya tak masuk akal

JAKARTA, NusaBali
Artis Nikita Mirzani berang tagihan listriknya tiba-tiba bengkak sebesar Rp 26 juta. Sebelumnya Niki mengklaim cuma kerap bayar listrik sebesar Rp 5 juta saja. Awalnya, tagihan terbaru memang cukup besar, Rp 19 juta tapi kemudian datang bill baru angkanya membengkak menjadi Rp 26 juta.

"Ya gua nggak tahu. Gua tuh nggak pernah telat bayar PLN, selalu tepat waktu, tiba-tiba tagihan bulan ini Rp 19 juta tadinya, cuman dapet lagi bill yang baru 26 juta. Makanya gua bingung, itu tagihan siapa? Biasanya 4 sampai 5 juta paling mahal tiba-tiba 19 juta terus ke 26 juta," kata Nikita Mirzani usai Brownis Trans TV Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (4/12).

Nikita sudah menghubungi pelayanan pelanggan PLN walau sempat susah. Usai diunggah di Instagram Stories Niki mengaku keluhannya baru mendapatkan respons.

"Jadi kan gua bertanya-tanya, kan nelponin customer servisnya dari minggu lalu, katanya mau dateng tapi nggak dateng-dateng terus sampe ada bill yang baru. Cuma abis gua insta Stories kemarin, baru pada gercep tuh ke rumah,"tambahnya.

Menurut Nikita billing tagihan listrik sampai Rp 26 juta tak masuk akal. "Ya kalau make sense gua bayar, kalau nggak make sense nggak dibayar. Kan rumah gua cuman 300 meter. Kalau tagihan 26 juta menurut lo make sense nggak? Gitu aja," kata Nikita.

Menurut Nikita yang biasa bayar listrik Rp 5 jutaan itu, pemakaian energi di rumahnya tak berlebihan sama sekali bulan ini.

"Nggak ada. AC kalau siang cuman dua yang nyala, kulkas dua, TV cuma satu, udah itu aja," lanjutnya seperti dilansir detik.

Merasa tak masuk akal, Nikita membuat komparasi dengan pemakaian listrik rumah mewah sahabatnya.

"Nggak ngerti. Orang rumah kan cewe semua. Makanya tarikan minta pihak PLN tuh menjelaskan gitu. Cuman rumah mewah aja kayak rumahnya kak fitri nih, sebulan aja itu cuman bayar 7 juta. Itu udahan paling mahal, itu AC nggak pernah mati 24 jam," pungkasnya.Menanggapi hal tersebut, Vice Presiden Public Relation PT PLN (Persero) Dwi Suryo Abdullah menjelaskan Niki bisa langsung datang kantor PLN untuk menanyakan data tagihan listrik.

"Sebaiknya, kalau berkenan pelanggan tersebut datang saja ke kantor PLN menanyakan apakah tagihannya sudah benar atau ada kesalahan," ujar Dwi seperti dilansir cnnindonesia.

Dwi menambahkan terkait tagihan listrik yang membengkak, sebaiknya langsung dikomunikasikan dengan baik dan tidak diunggah di media sosial.

"Siapa tahu tagihan itu benar, kan malah malu sendiri," jelas Dwi. Menurutnya, bisa saja tagihan listrik naik karena memang pemakaiannya banyak.

Dwi juga menyarankan agar masalah tersebut tidak terjadi lagi, Nikita atau masyarakat lain bisa beralih pelanggan prabayar supaya pemakaian listrik bisa dikontrol.

"Sejak 2010 ada meter prabayar sehingga pelanggan bisa beralih ke prabayar sehingga bisa mengontrol pemakaian," katanya. *

Komentar