nusabali

Bakar Sampah, Kebun Pisang Terbakar

  • www.nusabali.com-bakar-sampah-kebun-pisang-terbakar

Peristiwa kebakaran terjadi di sebuah lahan kebun pisang di sebelah timur  Pura Dalem Baler Bale Agung, Lingkungan Kebon, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Jembrana, Selasa (3/12) pagi.

NEGARA, NusaBali

Kebakaran lahan kebun yang dekat pemukiman warga ini dipicu pembakaran sampah di pojokan areal lahan kebun.

Berdasar informasi, kebakaran lahan kebun pisang tersebut bermula dari sejumlah krama Desa Pakraman Baler Bale Agung yang melakukan gotong royong di Pura Dalem Baler Bale Agung, sekitar pukul 09.00 Wita. Seusai gotong royong, sampah-sampah yang terkumpul dibawa ke pojokan lahan kebun pisang yang juga biasa dijadikan tempat membuang sampah oleh warga sekitar. Sampah tersebut kemudian dibakar.

Namun api dari pembakaran sampah di pojokan lahan kebun yang tengah dalam kondisi gersang, itu meluas. Sejumlah krama yang melihat api sampai masuk ke tengah, sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api yang begitu cepat merembet, tidak bisa segera dipadamkan, sehingga meminta bantuan petugas Seksi Pemadam Kebakaran (Damkar) Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Jembrana.

Kabid Bidang Linmas Satpol PP Jembrana I Putu Pranajaya, mengatakan begitu menerima laporan kebakaran lahan sekitar pukul 09.30 Wita, langsung diterjunkan 3 unit mobil damkar. Untuk memadamkan api yang sudah merembet di tengah areal kebun pisang, dibutuhkan waktu hampir sejam dengan menghabiskan 3 tangki air. “Luas kebun yang terbakar sekitar 1 are. Untungnya, bisa segera tertangani. Karena di lahan itu juga ada bangunan semi permanen, dan di sebelahnya toko bangunan,” ujarnya.

Menurutnya, kebakaran lahan kebun pisang, Selasa pagi itu tercatat menjadi peristiwa kebakaran yang ke-77 selama 2019 ini. Dari 76 kebakaran sebelumnya, didominasi kebakaran lahan. “Dari 77 kebakaran sampai awal Desember ini, hanya sekitar 15 kebakaran bangunan. Sisanya kebakaran lahan, yang biasa disebabkan karena pembakaran sampah. Memang tahun ini, cukup banyak kebakaran lahan karena pengaruh musim kemarau panjang,” kata Pranajaya. *ode

loading...

Komentar