nusabali

Dirut RSUD Mutasi Jadi Inspektur Bangli

  • www.nusabali.com-dirut-rsud-mutasi-jadi-inspektur-bangli

Seperti diprediksi NusaBali sebelumnya, 9 pejabat Eselon II b lingkup Pemkab Bangli benar-benar dimutasi oleh Bupati I Made Gianyar, Kamis (28/11) ini.

BANGLI, NusaBali

Dalam mutasi ini, Direktur RSUD Bangli, dr I Wayan Sudiana, dialihkan menjadi Kepala Inspektorat Bangli. Sembilan (9) pejabat Eselon II b yang dimutasi ini merupakan bagian dari 45 pejabat struktural yang bergeser posisi dan diambil sumpah jabatannya di halaman Kantor Bupati Bangli, Kamis sore pukul 15.30 Wita. Direktur RSUD Bangli, Selain 9 pejabat Eselon II b (setingkat kepala dinas, kepala badan, asisten, staf ahli), mereka yang dimutasi masing-masing 12 pejabat Eselon III a, 13 pejabat Eselon III b, dan 11 pejabat Eselon IV a.

Khusus untuk Eselon II b, 9 pejabat yang dimutasi berikut posisi barunya ini sama persis dengan yang diberitakan NusaBali sebelumnya. Kepala Inspektorat (Inspektur) Bangli I Ketut Riang, digeser menjadi Kepala Badan Keungan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli. Sebagai gantinya, Direktur RSUD Bangli dr I Wayan Sudiana dialihkan menjadi Inspektur Bangli.

Selanjutnya, Kadis Sosial Kabupaten Bangli, I Nengah Sukarta, digeser menjadi Kadis Pendidikan-Pemuda-Olahraga (Dikpora) Bangli. Nengah Sukarta menggantikan Nyoman Suteja, yang digeser menjadi Staf Ahli Bupati Bangli. Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pengembangan SDM (BKD-PSDM) Bangli, Putu Koesalireni, dimutasi menjadi Kepala Badan Kesbangpol Bangli. Sebagai gantinya, Kadis Perhubungan Bangli I Gede Artha digeser menjadi Kepala BKD-PSDM Bangli.

Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Bangli, Alit Parwata, digeser menjadi Asisten II Setda Kabupaten Bangli. Demikian pula Kepala Bappeda Bangli, I Nyoman Widiana, yang dimutasi menjadi Asisten III Setda Kabupaten Bangli. Terakhir, Kadis Kominfo Banli Ni Wayan Manik digesser menjadi Kadis Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Bangli.

Dalam mutasi kali ini, Bupati Made Gianyar merombak seluruh unsur pimpinan di RSUD Bangli. Bukan hanya Direktur RSUD Bangli dr Wayan Sudiana yang dialihkan ke jabatan baru sebagai Kepala Inspektorat (Inspektur) Bangli. Wadir Umum-Keuangan-SDM RSU Bangli, Putu Ganda Wijaya, juga dimutasi menjadi Sekretaris Bappeda Bangli.

Sedangkan Wadir Penunjang dan Sarana Prasarana RSUD Bangli, I Wayan Suastika, dialihkan menjadi Kepala Bagian Pembangunan Kabupaten Bangli. Sementara Wadir Pelayanan RSUD Bangli, Ketut Darmaja, digeser ke posisi Wadir Umum-Keuangan-SDM RSU Bangli, menggantikan Putu Ganda Wijaya. Sebaliknya, posisi Direktur RSUD Bangli masih dibiarkan kosong, pasca ditinggalkan dr Wayan Sudiana.

Bupati Made Gianyar menyatakan, mutasi yang dilakukan kemarin sore sifatnya masih dalam lingkup kecil. Bupati tengah merancang mutasi berikutnya dalam skala lebih besar, yang dijadwalkan 31 Desember 2019 mendatang.

Menurut Gianyar, saat ini banyak posisi jabatan Eselon II b yang lowong pasca mutasi kemarin. Nantinya, jabatan lowong tersebut akan diisi melalui proses lelang (seleksi terbuka). “Saya akan perintahkan Sekda (Iba Gede Giri Putra, Red) untuk segera melaporkan ke KASN terkait jabatan yang masih kosong. Nanti dibuka lelang jabatan. Satu posisi jabatan minimal harus ada 4 pelamar,” terang Gianyar seusai pelatikan 45 pejabat strukturan hasil mutasi, Kamis sore.

Sementara itu, dalam amanatnya yang disampaikan saat pelantikan kemarin sore, Bupati Made Gianyar mengungakpkan bahwa mutasi ini ada yang didasarkan atas usulan OPD, ada pula karena melamar. Gianyar juga menyebut ada dua pejabat yang masuk dan dilantik lewat jalur khusus.

Disebutkan, dua pejabat tersebut ditemukan saat Gianyar terjun ke masyarakat. Keduanya dianggap mampu melayani masyarakat dengan baik. “Saat saya turun ke masyarakat, ada yang menyampaikan bahwa ada dokter hewan yang betul-betul melayani. Karena itu saya telusuri orang dimaksud. Nah, karena sudah memenuhi untuk diangkat sebagai pejabat, maka saya pilih. Kita mencari orang-orang yang memang tulus bekerja melayani masyarakat,” papar Bupati asal kawsasan pegunungan Desa Bunutin, Kecamatan Kintamani, Bangli ini.

Sementara, dr Wayan Sudiana siap mengemban tugas baru sebagai Inspektur Bangli. Setelah diberi jabatan baru, mantan Direktur RSUD Bangli ini mengaku akan segera berdiskusi dengan jajaran di Inspektorat. Termasuk, untuk merancang program tahun 2020.

“Saya belum bisa menyampaikan apa target yang ingin dicapai. Yang jelas, saya segera akan diskusi dengan jajaran, terutama fungsional pemeriksa,” jelas birokrat asal Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Karangasem  ini kepada NusaBali. Sekadar dicatat, dr Wayan Sudiana sendiri sudah selama 11 tahun menjabat Direktur RSUD Bangli sejak 2008, ketika lembaga kesehatan ini masih berstatus Badan Layanan Umum (BLU). *esa.

Komentar