nusabali

Pameran ‘Humanity’ Digelar di Goa Gajah

  • www.nusabali.com-pameran-humanity-digelar-di-goa-gajah

GIANYAR, NusaBali.com - Sebanyak 28 perupa yang tergabung dalam Wajah Art Community menggelar pameran lukisan di kawasan Pura Goa Gajah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Pameran bertajuk ‘Humanity’ ini berlangsung selama sebulan, mulai 25 Januari hingga 25 Februari 2026.

Pameran tersebut menampilkan beragam ekspresi dan pendekatan artistik dari para perupa. Masing-masing seniman memamerkan tiga hingga lima karya, sehingga pengunjung dapat menikmati puluhan karya seni yang merefleksikan isu-isu kemanusiaan, empati sosial, hingga pengalaman batin para perupa. Ragam gaya visual dan teknik yang dihadirkan membuat pameran ini menjadi ruang apresiasi sekaligus perenungan.

Pembukaan pameran dilaksanakan pada Minggu (25/1) sore dan dibuka secara resmi oleh Anggota DPRD Gianyar, Gusti Ngurah Made Serana. Kegiatan pembukaan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh apresiasi dari para undangan, pelaku seni, serta masyarakat yang hadir.

Melalui pameran ini ia berharap menjadi wadah pelestarian dan regenerasi seni rupa di Desa Bedulu. Ia juga menyinggung pentingnya melanjutkan jejak para maestro seni asal Bedulu seperti Gusti Nyoman Lempad dan I Gusti Karang Rangkus yang telah memberi kontribusi besar dalam sejarah seni rupa Bali.

“Pameran seperti ini sangat penting untuk menjaga agar tradisi seni tetap hidup sekaligus melahirkan generasi penerus yang mampu mewarisi nilai-nilai seni para maestro,” ujarnya.

Salah seorang peserta pameran, Sang Made Budiasa, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pameran ini. Ia berharap pameran tersebut dapat menjadi ruang perjumpaan, dialog, dan refleksi kemanusiaan melalui media seni rupa.

“Semoga pameran ini tidak hanya menjadi ajang pamer karya, tetapi juga menjadi ruang dialog dan perenungan tentang nilai-nilai kemanusiaan,”ucapnya, Kamis (29/1).

Adapun para perupa yang terlibat antara lain A Adi, Acmad Tem, Danta, Syukur, Desire, Genny, Ngurah Astawa, Patrianto, Man Dira, Mahmud Rowi, Sang Made Budiasa, Solikun, Nyoman Antara, Manami, Dewa Merta, Aris Koneng, Soger, Farfan, Mudra, Herman Sanusi, Made Tresna, Huda Fauzan, Fery, Lucky, Imam Syafei, Ainur Rohmah, Bambang, dan Erwin.

Selama pameran berlangsung, para perupa secara bergiliran turut menjaga dan mendampingi jalannya pameran. Selain menjadi ajang apresiasi seni, kegiatan ini juga menjadi sarana interaksi langsung antara seniman dan pengunjung.

Pameran  dijadwalkan ditutup pada 25 Februari 2026. Pada penutupan nanti, Wajah Art Community juga akan menggelar aksi sosial sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian kawasan bersejarah Goa Gajah. *nvi

Komentar