Bali Kembali Jadi Tuan Rumah Dharma Santi Nasional 2026
DENPASAR, NusaBali.com – Setelah terakhir kali digelar pada 2019, Pulau Dewata kembali dipercaya menjadi tuan rumah Dharma Santi Nasional 2026, rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Puncak acara nasional umat Hindu ini dijadwalkan berlangsung di Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4/2026).
Kepastian pelaksanaan Dharma Santi Nasional di Bali disampaikan panitia dalam audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (15/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Umum Panitia Dharma Santi Nasional yang mewakili Ketua Umum, I Nyoman Kenak, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Nusantara Harmoni, Indonesia Maju.” Tema ini menekankan semangat persaudaraan universal, kebhinekaan, dan persatuan nasional.
Kenak menjelaskan, Dharma Santi Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang simakrama, refleksi spiritual, dan rekonsiliasi sosial bagi umat Hindu serta seluruh elemen bangsa.
Melalui momentum ini, umat diajak memperkuat nilai saling memaafkan, mempererat persaudaraan, sekaligus menyelaraskan nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan. Panitia juga berencana mengundang Presiden RI Prabowo Subianto untuk hadir pada puncak acara.
“Selain Dharma Santi Nasional, kami juga menyiapkan tiga agenda besar di Bali serta sejumlah kegiatan sosial yang akan dilaksanakan di Sumatera,” ujar Kenak yang juga menjabat Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali.
Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum Panitia Dharma Santi Nasional I Made Sunarsa, Pengurus Harian PHDI Pusat I Wayan Jondra, serta perwakilan Sabha Walaka dan Sabha Pandita PHDI Pusat.
Usai audiensi, Kenak menyampaikan Gubernur Wayan Koster menyambut positif dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Dharma Santi Nasional 2026 di Bali. Dukungan tersebut mencakup penyediaan lokasi kegiatan, penataan dekorasi, sistem pencahayaan, hingga konsumsi bagi peserta. Gubernur berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi umat serta masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Dharma Santi Nasional 2026, Marsda TNI (Purn.) I Made Susila Adnyana, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Bali. Ia berharap pelaksanaan Dharma Santi Nasional di Bali mampu meningkatkan Śraddhā (keyakinan) dan Bhakti (pengabdian) umat Hindu, baik dalam kehidupan spiritual maupun sosial kemasyarakatan.
Sekretaris Umum Panitia, I Made Sunarsa, menambahkan bahwa rangkaian kegiatan menjelang puncak acara akan diisi berbagai aktivitas yang berlandaskan nilai Tri Hita Karana. Kegiatan tersebut meliputi bakti sosial dan bakti kesehatan yang direncanakan berlangsung di Sumatera dengan melibatkan umat Hindu se-Nusantara.
Selain itu, panitia juga akan menggelar penanaman pohon secara serentak di tingkat nasional bersama organisasi keagamaan lain, seminar nasional, serta kegiatan donor darah melalui kolaborasi lintas pihak. Peluncuran Dharma Santi Nasional 2026 akan dirangkaikan dengan perayaan Siwaratri di kawasan Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (17/1/2026), disusul pelaksanaan Tawur Agung Kesanga di lokasi yang sama pada 18 Maret 2026.
Khusus di Bali, selain puncak Dharma Santi Nasional, panitia juga menjadwalkan pelaksanaan Makerti Ayuning Segara yang rencananya digelar di kawasan Danau Buyan atau Danau Batur pada 8 Maret 2026. Rangkaian kegiatan nasional ini akan dilengkapi dengan seminar nasional pada 2 April 2026 sebagai ruang dialog dan pertukaran gagasan mengenai peran nilai-nilai spiritual dan budaya dalam menjawab tantangan kebangsaan. *tra
Komentar