nusabali

Kader Golkar Tak Mau Hanya Jadi Penumpang

Sejumlah Tokoh Masuk Survei Golkar untuk Pilkada Serentak 2020

  • www.nusabali.com-kader-golkar-tak-mau-hanya-jadi-penumpang

Masuknya sejumlah nama dalam survei Partai Golkar untuk uji elektabilitas menghadapi Pilkada serentak 23 September 2020, membuat kader Golkar Denpasar meradang.

DENPASAR, NusaBali

Kader senior yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPD II Golkar Denpasar Anak Agung Gede Aryawan menolak kalau kader Golkar jadi penumpang di Pilkada.  Aryawan menyebutkan Partai Golkar adalah runner up di Pileg 2019 secara nasional, dan di Kota Denpasar meraih kursi signifikan yakni 8 kursi dari 45 kursi parlemen (17,78 persen), setelah PDIP yang berada di posisi puncak dengan raihan 22 kursi parlemen (48,78 persen). PDIP sendiri sudah bisa mengusung calon secara mandiri. Sementara Golkar harus berkoalisi karena belum memenuhi 20 persen kursi parlemen. Meskipun harus koalisi, menurut Aryawan, Partai Golkar adalah partai besar.

“Jadi tidak elok kalau kader kita di Pilkada 2020 hanya menjadi penumpang,” kata Aryawan, di Denpasar, Sabtu (16/11) siang.

Aryawan menyebutkan Golkar hanya memerlukan 1 kursi lagi untuk memenuhi 20 persen. Kalau Golkar mau, tinggal ambil parpol non PDIP sudah bisa usung paket calon. “Kita di Denpasar sebagai runner up. Secara nasional Golkar sangat diperhitungkan. Jangan lagi di pilkada menjadi penumpang. Sementara orang luar masuk menyetir kendaraan Golkar. Jangan lah,” kata politisi asal Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, ini.

Aryawan menegaskan untuk Pilkada Denpasar 2020, Partai Golkar banyak punya kader. Partai Golkar harus jadi pemegang kendali. “Jangan kayak kendaraan bemo, malah nyari sopi di luar, dan (kader Golkar) terus saja jadi penumpang setiap pilkada,” tegasnya.

Bila perlu, kata Aryawan, Partai Golkar bisa paketkan kader-kader di Denpasar. Karena Golkar punya potensi sebagai partai dengan kursi parlemen yang signifikan. “Kita punya banyak kader. Ada I Wayan Mariyana Wandira selaku Ketua Partai Golkar Denpasar. Ada juga Putu Oka Mahendra, Sekretaris DPD II Golkar Denpasar. Jadi Golkar nggak kekurangan stok,” tandas Aryawan.

Sejumlah nama memang masuk dalam survei Partai Golkar untuk uji elektabilias kandidat calon. Mereka yang masuk survei adalah Ida Ayu Selly Mantra, istri Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Kemudian Anak Agung Ngurah Rai Iswara yang saat ini masih menjabat Sekda Kota Denpasar. Satu-satunya kader Golkar yang masuk survei adalah I Wayan Mariyana Wandira.

Sementara Plt Ketua DPD I Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih alias Demer dikonfirmasi NusaBali, mengatakan kader Partai Golkar dapat prioritas di pilkada kalau survei dan elektabilitasnya bagus. “Kalau tidak, maka partai tidak akan memaksakan kadernya maju,” ucap Demer.

Keputusan Partai Golkar memberikan prioritas kepada kader di pilkada tercetus dalam Rapimnas Partai Golkar di Jakarta. “Dalam Rapimnas sudah diputuskan kader partai dapat prioritas di Pilkada 2020. Kalau ada kader mau maju, silakan sosialisasi sejak sekarang,” kata politisi asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, ini.

Demer mengatakan Partai Golkar juga partai yang terbuka dan demokratis. Ketika ada yang mau berproses, maka pintu dibuka selebar-lebarnya. “Tentunya melalui mekanisme dan proses di partai. Golkar sangat demokratis dalam proses penjaringan calon di pilkada serentak nanti,” kata anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali ini.

Survei kandidat untuk Pilkada Denpasar 2020 rencananya akan dilakukan Golkar pada Desember 2019 nanti. Ketua DPD II Golkar Denpasar Wayan Mariyana Wandira menyatakan, sebelum survei kandidat dilakukan, Golkar sudah mengantongi tiga nama untuk diuji elektabilitasnya. Selain dirinya, juga muncul nama Shelly Mantra dan Rai Iswara.

“Kalau saya sudah dari lama. Sedangkan Bu Shelly Mantra dan Pak Rai Iswara muncul karena kita lihat ketokohannya dan bagaimana kinerjanya selama ini,” kata Wandira yang juga Wakil Ketua DPRD Denpasar dari Fraksi Golkar, Jumat (15/11).

Wandira menyebutkan, Selly Mantra memiliki kans cukup besar dengan pengalamannya selama tiga periode mendampingi suaminya memimpin Kota Denpasar dan potensial melanjutkan kepemimpinan IB Rai Mantra. Sedangkan Rai Iswara cukup mumpuni sebagai pemimpin jajaran birokrasi Pemkot Denpasar.

“Jadi, kalau non kader seperti Bu Shelly Mantra dan Pak Rai Iswara bagus hasil surveinya, tidak menutup kemungkinan mereka diusung Golkar sebagai Cawali Denpasar di Pilkada 2020 mendatang,” imbuhnya. *nat

Komentar