nusabali

Mahasiswa ISI Denpasar Pamerkan Rancangan Busana

  • www.nusabali.com-mahasiswa-isi-denpasar-pamerkan-rancangan-busana

Busana yang dipamerkan adalah busana yang dirancang sebagai tugas akhir mahasiswa yang merupakan syarat kelulusan. 

DENPASAR, NusaBali.com
Selagi menunggu pertunjukan yang akan tampil di Festival Bali Jani, ada baiknya melihat-lihat pameran yang disediakan. Di Festival Bali Jani 2019, ada beragam pameran yang disajikan, mulai dari pameran lukisan, mural, kartun, pameran buku, hingga fashion!

Beragam busana yang dipamerkan di lantai 1 Gedung Ardha Candra Art Center Denpasar ini, merupakan karya-karya dari para mahasiswa Jurusan Desain Mode Institut Seni Indonesia Denpasar. Dalam pameran ini, terdapat bermacam-macam jenis fashion, mulai dari busana kasual, hingga gaun malam yang mewahnya minta ampun. Bahan dasarnya pun beragam, ada yang terbuat dari kain tradisional endek, kain satin, hingga aksesoris kepala yang pinggirannya terbuat dari bulu-bulu unggas.

Mahasiswa yang karyanya ditampilkan di pameran ini, berasal dari tahun angkatan yang berbeda-beda. Adapun, tugas akhir ini menwajibkan mereka untuk membuat tiga busana yang memiliki satu konsep. “Jadi, pada saat pengerjaan tugas akhir, kaprodi akan mengumumkan satu tema, bisa flora atau fauna, bisa etnik, nanti dibuat tiga jenis busana, yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture,” ujar Ni Kadek Yuni Sri Paradita dan Ni Putu Srinovita Dewi, mahasiswa Desain Mode ISI yang bertugas di stand pameran ini pada Kamis (7/11/2019).

Perbedaan ketiga kategori ini, lanjut Yuni, ada pada tingkat kerumitan saat pembuatan, dan kemudahan pemakaian busana. Seperti namanya, busana ready to wear merupakan tipe busana yang dapat dipakai dengan mudah tanpa memerlukan bantuan orang lain, hampir-hampir seperti busana kasual. Proses pembuatannya pun tidak terlalu memakan waktu. 

Lalu ada juga ready to wear deluxe, yaitu tipe busana yang juga tidak terlalu rumit, namun juga lebih kompleks dibanding ready to wear. Proses pengerjaannya memakan waktu sedikit lebih lama dari ready to wear, dan pemakaiannya juga mulai membutuhkan bantuan. 

Yang ketiga, yaitu yang prosesnya paling rumit, yaitu haute couture. Istilah ini merujuk pada busana yang pengerjaannya paling rumit hingga membutuhkan waktu berbulan-bulan. Biasanya, haute couture ini identik dengan desain gaun malam. “Proses pengerjaannya dijahit hati-hati dengan tangan, karena dalam proses pembuatannya membutuhkan perhatian lebih pada detail, seperti pada pola payet tertentu,” lanjut Yuni. 

Nah, para mahasiswa tingkat akhir yang membuat busana-busana ini tak hanya mengumpulkan karyanya saja sebagai tugas akhir lalu lulus begitu saja. Nantinya, pihak kampus mengadakan fashion show yang khusus menampilkan karya-karya para alumnus ini.  Wah, keren ya!*yl

Komentar