nusabali

Bendung Karet Bocor, Pasokan Air PDAM Macet

  • www.nusabali.com-bendung-karet-bocor-pasokan-air-pdam-macet

Gangguan pasokan air bersih di sejumlah wilayah di Badung karena ada kebocoran pada bendung karet Tukad Penet. Perbaikan diperkirakan berlangsung hingga Minggu (10/11).

MANGUPURA, NusaBali

Pelayanan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama, Kabupaten Badung, kembali menuai keluhan pelanggan. Salah seorang pelanggan yang tinggal di kawasan Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, mengaku sudah tidak mendapatkan pasokan air sejak, Rabu (6/11) sore.

Macetnya air dari perusahaan plat merah tersebut diungkapkan salah seorang warga melalui akun facebook, Kamis (7/11). Warga dengan akun bernama Muhammad Ridwan mengaku terpaksa mandi, masak, dan mencuci menggunakan air isi ulang, karena air PDAM tak mengalir alias macet sejak Rabu sore.

Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Kabupaten Badung, Wayan Suyasa, saat dikonfirmasi menyampaikan permohonan maaf dan permakluman atas gangguan yang terjadi. Menurut dia, pelayanan air bersih khususnya di wilayah Kelurahan Sempidi, Desa Mengwi, Desa Dalung, Kelurahan Kerobokan, Desa Tibubeneng, Desa Canggu, Kelurahan Seminyak, dan Kelurahan Legian, mengalami gangguan karena ada kebocoran pada bendung karet Tukad Penet.

“Sehubungan dengan hal tersebut, kepada seluruh pelanggan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan ini,” ucapnya.

Suyasa memperkirakan pelayanan akan kembali normal pada Minggu (10/11) mendatang, karena perbaikan memerlukan waktu. “Sesuai surat pemberitahuan dari UPTD Pengelolaan Air Minum Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bali, pasokan air akan dihentikan mulai 5 November 2019 sampai 10 November 2019,” ungkap mantan anggota DPRD Badung ini.

“Sebagai solusi sementara, akan dilakukan penambahan pasokan air dari IPA Estuary untuk membantu pasokan yang biasanya dari Tukad Penet, dan dari IPA Blusung dibantu dengan sistem jaringan distribusi utama, sehingga diharapkan gangguan dapat diminimalkan,” kata Suyasa.

Disinggung berapa total pelanggan yang kena dampak, menurut Suyasa, yang paling parah sekitar 600 pelanggan. “Awalnya ribuan, tapi karena sudah dibantu, sehingga dampaknya tidak terlalu meluas, sekitar 600-an pelanggan saja,” ucapnya. *asa

loading...

Komentar