nusabali

14 Hari, Jaring 22.799 Pelanggar

Operasi Zebra Agung 2019 di Polresta Denpasar

  • www.nusabali.com-14-hari-jaring-22799-pelanggar

Jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah tidak menggunakan helm, motor tanpa spion, knalpot brong, dan bentuk modifikasi lainnya.

DENPASAR, NusaBali

Selama menggelar Operasi Zebra Agung selama 14 hari sejak Rabu (23/10) hingga Selasa (5/11), Sat Lantas Polresta Denpasar menjaring 22.799 pelanggar lalu lintas. Sebanyak 13.000 pelanggar atau 60 persen dari jumlah pelanggar tersebut adalah usia 17-27 tahun.

Hal ini diungkapkan oleh Wakasat Lantas Polresta Denpasar, Iptu Kanisius Franata, pada Rabu (6/11). Iptu Kanisius mengungkapkan jumlah pelanggar tahun 2019 ini sama dengan jumlah pelanggar tahun 2018. Jumlah korban laka lantasnya juga sama, yakni 12 orang. Yang berbeda adalah jumlah korban meninggal dunia. Tahun 2018 sebanyak 7 orang, sementara tahun ini turun menjadi 3 orang.

Pelanggar yang paling banyak adalah pengendara motor. Hal ini juga sama dengan tahun 2018. Untuk tahun ini jumlah pelanggar pengendara motor sebanyak 20.000 orang. Sisanya adalah pengemudi mobil. “Ini hal yang sama tahun-tahun sebelumnya. Pelanggar paling banyak adalah pengendara motor,” tutur mantan Kasat Lantas Polres Badung ini.

Jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah tidak menggunakan helm, motor tanpa spion, knalpot brong, dan bentuk modifikasi lainnya. “Kami kemarin sempat mengamankan 40 motor yang dikendarai oleh pelajar di Gor Ngurah Rai. Para siswa ini banyak banyak yang tak menggunakan helm,” tutur Iptu Kanisius.

Dia mengaku selama dua minggu menggela operasi tak menemukan pelaku tindak pidana kriminal. Dia mengaku ada satu insiden kecil yang terjadi pada saat operasi di Jalan Mahendradata, Kecamatan Denpasar Barat. Ada seorang pengendara saat ditilang mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN).

“Kami cek identitasnya memang ada. Kami pun melaporkan yang bersangkutan ke BIN untuk dicek. Ternyata yang bersangkutan bukan anggota BIN. Yang bersangkutan sedang ditangani oleh unit Reskrim dan dari intelijen TNI,” tandasnya. *pol

loading...

Komentar