nusabali

Siswa SMK Tewas Tertimpa Pohon Santan Roboh Sepulang Sekolah

  • www.nusabali.com-siswa-smk-tewas-tertimpa-pohon-santan-roboh-sepulang-sekolah

Jenazah I Wayan Agus Budiartawan, siswa Kelas XII SMK Toya Anyar korban pohon roboh, akan dikuburkan keluarganya di Setra Desa Adat Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kamis besok

AMLAPURA, NusaBali

Seorang siswa SMK Toya Anyar Kecamatan Kubu, Karangasem, I Wayan Agus Budiartawan, 18, tewas mengenaskan saat dalam perjalanan pulang dari sekolah menuju rumahnya di Banjar Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Selasa (5/11) siang. Korban Wayan Agus Budiartawan tewas tertimpa pohon roboh saat melintas di di Jalur Utama Singaraja-Amlapura kawasan Banjar Samuh, Desa Tianyar Barat.

Saat musibah maut terjadi, Selasa siang pukul 14.30 Wita, korban Wayan Agus Bu-diartawan menunggangi motor Yamaha Jupiter MX DK 7430 QC. Motor yang ditungganginya melaju dari arah timur di Jalur Utama Singaraja-Amlapura.

Begitu memasuki lokasi di kawasan Banjar samuh, Desa Tianyar barat, tiba-tiba ada sebatah pohon Santen di pinggir jalan roboh hingga menimpa siswa Kelas XII Juruan Perhotelan SMK Toya Anyar ini. Padahal, saat itu cuaca terang benderang, tidak ada hujan dan angin kencang di jalan lurus dari arah Amlapura menuju Singaraja tersebut.

Batang pohon Santen setinggi 15 meter dan berdiameter 50 cm itu mendadak roboh menimpa korban Agus Budiartawan dan motornya. Siswa berusia 18 tahun ini pun luka robek di kepala belakang kanan. Warga setempat langsung berupaya memberikan per-tolongan, mengevakuasi korban dari tindihan pohon. Mereka juga mengontak petugas untuk mengirim ambulans.

Setelah mobil ambulans datang, korban Agus Budiartawan yang mengalami luka berat bagian kepala langsung dilarikan ke RS Pratama di Banjar Labuan Sari, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu. Namun, nyawa korban tidak terselamatkan. Sebab, sebelum dilarikan ke RS, korban diperkirakan sudah keburu meninggal di lokasi TKP.

Meski demikian, jasad korban tetap dibawa ke RS Pratama dan sempat diperiksa oleh dr Ajung. Menurut dr Ajung, korban Agus Budiartawan tiba di rumah sakit dalam kondisi sudah meninggal. Kepala Sekolah (Kasek) SMK Toya Anyar, I Gede Putu Suardana, juga ikut mendampingi saat korban Agus Budiartawan dibawa ke RS Pratama.

Selanjutnya, jenazah siswa korban pohon roboh ini dibawa keluarganya ke rumah duka di Banjar Muntigunung, Desa Tianyar Barat. Adalah ayah korban, I Wayan Pasek Sukadana, yang menjemput langsung jenazah putranya ke rumah sakit bersama salah satu kerabatnya, I Nengah Sada.

Hingga tadi malam, jenazah korban Agus Budiartawan masih disemayamkan di rumah duka. Menurut paman korban, I Ketut Hendra Adi Candra, jenazah keponakannya ini rencananya akan di Setra Desa Adat Muntigunung pada Wraspati Umanis Ugu, Kamis (7/11) besok. "Upacara penguburan jenazah dua hari lagi (besok), sesuai tradisi di Desa Adat Muntigunung," jelas Ketut Hendra Adi, tadi malam.

Korban Wayan Agus Budiartawan sendiri merupakan anak sulung dari tiga bersaudara pasangan I Wayan Pasek Sukadana dan Ni Nengah Sari. Sang ayah, Wayan Pasek Sukadana, kesehariannya bekerja sebagai tukang jahit. Sedangkan ibu korban, Ni Nengah Sari, hanya ibu rumah tangga.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengakui tidak ada anggotanya yang me-lakukan penanganan atas pohon Santen yang roboh yang menimpa siswa SMK hingga tewas. Menurut Arimbawa, penanganan (evakuasi) pohon roboh dilakukan warga Desa Tianyar Barat, dibantu jajaran Polsek Kubu.

"BPBD Karangasem tidak ikut melakukan penanganan. Kejadiannya menjelang sore hari. Tapi, BPBD sudah mendapat laporan atas kejadian pohon tumbang yang merenggut korban nyawa itu," ungkap Arimbawa saat dikonfirmasi NusaBali terpisah di Amlapura, tadi malam.

Arimbawa menyebutkan, sebetulnya sejak beberapa tahun terakhir pihaknya sudah melayangkan surat kepada 8 camat di wilayah Kabupaten Karangasem. Intinya, surat itu mengimbau para camat untuk menebang pohon di pinggir jalan yang kondisinya sudah lapuk di wilayahnya masing-masing. “Sayangnya, surat dari BPBD itu belum ditindaklanjuti secara optimal,” sesal Arimbawa. *k16

loading...

Komentar