nusabali

Kenali Gejala Osteoartritis dan Cara Menghindarinya

  • www.nusabali.com-kenali-gejala-osteoartritis-dan-cara-menghindarinya

Osteoartritis  paling sering terjadi pada orang tua, meskipun bisa terjadi juga pada orang dewasa dari segala usia.

DENPASAR, NusaBali.com
Osteoartritis (OA) atau lebih dikenal dengan radang sendi adalah kondisi sendi kronis yang dialami seseorang dalam jangka panjang. "Sebagian besar kasus OA dialami pada usia lebih dari 50 tahun. Pada usia di bawah 50 tahun bisa saja terjadi lebih dini tergantung aktivitas sehari-harinya," ucap dr Bagus Indra Dharma, Sabtu (2/11/2019) usai mengisi seminar kedokteran 'Rehabilitation Perspective in Managing Knee Osteoarthritis' di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar. 

Ia menambahkan semakin meningkatnya angka harapan hidup seiring dengan meningkatnya risiko penyakit degeneratif seperti Osteoartritis.   Pasalnya, kata dr Bagus, semakin bertambah usia semakin besar risiko terjadinya pengapuran sendi tulang. "Usia di bawah 50 tahun lebih sering terjadi pada laki-laki. Usia di atas 50 tahun sampai 65 tahun lebih sering terjadi pada perempuan, karena menopause (tidak menstruasi lagi) sehingga ada kecenderungan tulang rawan di persendian menjadi lebih rapuh," ucapnya. 

Sementara itu, tambahnya, menginjak usia di atas 65 angka kemungkinan osteoartritis pada laki-laki dan perempuan sama karena faktor usia.
Dr Bagus mengatakan gejala dan tanda OA yang paling umum adalah nyeri pada persendian. Baik itu pada ada lutut, sendi-sendi tangan, punggung, pinggul sendi di punggung bawah. Osteoartritis juga dapat mempengaruhi sendi-sendi kecil pada jari seperti ibu jari, jari kaki, pergelangan kaki, dan leher. "Nyeri ini dapat menimbulkan masalah dalam melakukan aktivitas  sehari-hari dan menyebabkan kerugian pada penderitanya sehingga menurunkan kulitas hidup secara signifikan," ungkapnya.


Untuk itu ia memberikan sejumlah tips untuk menghindari risiko terkena osteoartritis dengan merawat persendian yang bisa dilakukan anak muda juga lansia. "Pertama adalah menjaga berat badan dan jangan sampai obesitas. Jika tubuh berat, kerja sendi akan bertambah. Jadi mengontrol atau menjaga berat badan sangat dianjurkan, caranya adalah dengan rajin berolahraga," kata dr Bagus.

Kedua adalah mengatur pola aktivitas sehari-hari untuk menjaga persendian. "Jika kegiatannya mengharuskan banyak berdiri harus ada jeda duduk. Jangan berdiri terus menerus dalam jangka waktu yang lama," ucapnya. Ia menambahkan sebisa mungkin menghindari kegiatan yang banyak jongkok atau berdiri karena akan sangat membebani persendian, terutama lutut.

Ketiga adalah memperbanyak mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan. "Makanan dengan kandungan antioksidan akan membantu mengatasi pengapuran sendi," ungkap dr Bagus. Kandungan antioksidan yang ia maksud bisa ditemukan pada buah dan sayuran seperti alpukat, wortel, dan apel.

Terakhir adalah dengan mendeteksi sedini mungkin terjadinya osteoartritis. "Karena semakin kita tahu lebih dulu maka kita akan tahu pencegahan apa yang mesti dilakukan. Angka perbaikan atau kesembuhan akan jadi lebih baik," tambah dr Bagus.

Jika mengalami nyeri pada persendian ia mengimbau untuk langsung memeriksakan ke dokter. Selanjutnya dokter akan memberikan pengobatan medis, dengan obat-obatan untuk  mengurangi nyeri serta menambah nutrisi sendi misalnya dengan obat injeksi di lutut. "Selain dengan obat-obatan Bbisa juga melalui terapi fisik dengan alat-alat terapi atau terapi konservasi sendi, aktivitas yang tidak memperberat beban sendi," pungkasnya.*has

Komentar