nusabali

Dua Staf Perumda Meninggal Beruntun

  • www.nusabali.com-dua-staf-perumda-meninggal-beruntun

Dua staf  Perumda (Perusahaan Umum Daerah) Tirta Tohlangkir Karangasem meninggal beruntun kurang dari sebulan. 

AMLAPURA, NusaBali

I Nyoman Suratnata dari Banjar/Desa Kubu, Kecamatan Kubu meninggal saat tidur, Kamis (10/10) dan I Nyoman Sutamandi dari Banjar Perangsari Tengah, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat meninggal terjatuh dari sepeda motor, Senin (28/10). Diduga penyebabnya ada faktor niskala, tidak pernah menggelar pacaruan di Kantor Perumda Tirta Tohlangkir.

Direktur Perumda I Gusti Made Singarsi mengakui belum pernah menggelar upacara pacaruan. Namun dia membantah, bukan pacaruan penyebab stafnya meninggal beruntun. Dikatakan, Nyoman Sutamandi meninggal terjatuh dari sepeda motornya saat perjalanan mengatur pembagian air di Banjar Perangsari Tengah, Desa Duda Utara, pukul 19.00 Wita. Padahal jatuhnya di jalan datar. Diduga sebelum menjalankan tugas, korban ikut pesta tuak. Jasadnya telah dikubur pada Anggara Paing Bala, Selasa (29/10). “Memang belum pernah menggelar upacara pacaruan, tetapi bukan itu penyebabnya. Nantilah, setelah Perumda Tirta Tohlangkir memiliki kantor baru tahun 2020 dilanjutkan menggelar upacara pacaruan,” jelas Gusti Made Singarsi, Kamis (31/10).

Gusti Made Singarsi mengaku kehilangan dua staf yang selama ini diandalkan di lapangan. Apalagi kerja di Perumda Tirta Tohlangkir tidak mengenal waktu, jika malam hari terjadi kebocoran atau masalah teknis, petugas mesti siap ke lapangan malam hari. Apalagi untuk mengecek kebocoran pipa memang efektif dilakukan tengah malam agar tidak ada aktivitas di masyarakat sehingga yang terdengar hanyalah suara aliran air. Kedatangan rombongan Perumda Tirta Tohlangkir ke rumah duka di Banjar Perangsari Tengah, Desa Duda Utara diterima istri korban Ni Nyoman Arini. Korban I Nyoman Sutamandi meninggalkan dua putri dan seorang istri. “Kedatangan kami ke rumah duka untuk menyampaikan duka cita yang mendalam serta memberikan motivasi agar keluarga yang ditinggalkan tetap tabah menghadapi cobaan,” ungkap Gusti Made Singarsi.

Sebelumnya Kepala Sub Seksi Penagihan Perumda Tirta Tolhlangkir Karangasem I Wayan Sukarta, 49, dari Banjar Kauhan, Desa Pakraman Pesedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem, meninggal mendadak saat makan di teras rumahnya, Sabtu (24/10) pukul 16.00 Wita. Istri korban Ni Wayan Kastini, 45, yang menemani, kaget. Sempat diperiksakan petugas medis dari klinik Dasa Yagya Candidasa, dr Ni Wayan Suati, namun nyawanya tidak bisa tertolong. *k16

loading...

Komentar