nusabali

Ubud Writers and Readers Festival 2019 Resmi Berakhir

  • www.nusabali.com-ubud-writers-and-readers-festival-2019-resmi-berakhir

Tahun ini, kunjungan ke UWRF meningkat sebanyak 10%

GIANYAR, NusaBali.com
Setelah dilaksanakan selama empat hari terakhir, UWRF 2019 resmi ditutup pada Minggu (27/10/2019). Acara yang telah menghadirkan sebanyak 108 pembicara ini ditutup di Museum Blanco Renaissance, Ubud. 

Selama empat hari terakhir, UWRF menghadirkan beragam acara, baik pembacaan puisi, launching buku, pemutaran film, hingga diskusi isu-isu yang berkembang di Indonesia. 

Pemilihan isu yang diperdebatkan selama UWRF tahun ini meliputi perkembangan dunia sinema Indonesia, yang kini bangkit dengan adanya film-film Indonesia yang sukses mendapat perhatian publik internasional seperti Gundala dan Bumi Manusia. 

Isu lainnya juga berupa era digital di Indonesia yang mendatangkan sejumlah isu, seperti isu hoax di tahun politik 2019 hingga bergesernya nilai jurnalisme oleh keberadaan sosial media. Isu-isu ini, menurut Founder dan Director UWRF, Janet DeNeefe, merupakan satu dari perkembangan UWRF. 

“Setiap tahun kita selalu mencari apa topik yang sedang ramai dibahas, seperti politik. Tapi di samping itu ada topik yang pasti ada dari tahun ke tahun, yaitu seperti topik mengenai identitas. Identitas sebagai penulis Indonesia bagaimana, lalu warna yang merepresentasikan suatu identitas tertentu juga,” ujar Janet DeNeefe. 

Dirinya berharap, UWRF ke depannya akan berkembang ke arah yang lebih baik lagi. Bagaimana pun, enam belas tahun UWRF telah mengalami banyak perkembangan. “Sekarang sudah lebih banyak yang datang, dan saya bisa bilang tingkat kunjungan meningkat sekitar 10%. Semoga tahun ke depannya bisa konsisten meningkatkan kunjungan lagi. Hasil yang dicapai pada tahun ini tentu menjadi pertimbangan kami untuk memilah mana yang disukai masyarakat, mana yang bisa dikembangkan lagi,” lanjut wanita yang telah menetap di Bali selama tiga dekade ini.

Adapun acara penutupan yang berlangsung di Museum Renaissance Blanco ini diadakan dengan sejumlah hiburan, antara lain penampilan musik orkestra Celtic Room, dance Papua Hip Hop, hingga band asal Bali, The Hydrant.*yl

loading...

Komentar