nusabali

Dewan Minta Pemerintah Berikan Keringan Pajak Untuk Petani

Antisipasi Petani Jual Lahan Pertanian

  • www.nusabali.com-dewan-minta-pemerintah-berikan-keringan-pajak-untuk-petani

Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry mengungkap keluhan para petani di Kabupaten Buleleng yang meringis karena tingginya beban pajak.

DENPASAR, NusaBali

Petani semakin sulit bertahan hidup dan seolah-olah didorong pemerintah untuk menjual lahan mereka dengan beban pajak yang masih mahal. Hal itu diungkapkan Sugawa Korry disela-sela menyampaikan hasil reses (penyerapan aspirasi) dalam jumpa pers di Gedung DPRD Bali, Senin (28/10). Sugawa Korry mengatakan para petani dengan lahan pertanian yang ada saat ini terbebani dengan nilai pajak, yang tidak sebanding dengan hasil menggarap lahan mereka. “Ini menjadi fenomena, para petani di Buleleng semakin sulit bertahan untuk hidup dengan tanggungan keluarga mereka, sehingga ini seolah-olah sama dengan terdesak menjual lahan mereka. Lahan pertanian di Bali bisa terancam habis,” ujarnya.

Pihaknya berharap pemerintah daerah baik Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng memfasilitasi supaya petani bisa mendapatkan pengurangan beban pajak. “Minimal mereka mendapatkan keringan. Kalau bebas pajak sih nggak, minimal besarannya bisa dikurangi sehingga meringankan beban petani. Mereka tidak terpikir lagi akan menjual lahan pertanian gara-gara dicekik beban pajak mahal,” tegas politisi Golkar asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng ini.

Menurut Sugawa Korry sangat berbahaya kalau petani sampai harus mangkir dari kewajiban membayar pajak. Pemerintah daerah harus membuat regulasi atau rasionalisasi nilai pajak. “Mereka (petani) tidak bisa kita salahkan, justru ini berbahaya kalau dibiarkan. Kalau mereka terus-terusan tidak membayar pajak, apakah harus dipenjara? Kan tidak mungkin? Ya tugas pemerintah mencarikan solusi buat petani kita,” tegasnya.

Sugawa Korry akan menyampaikan hasil reses di Kabupaten Buleleng ini kepada Fraksi Golkar dan sidang dan rapat kerja dengan eksekutif (Pemprov Bali). “Kami akan sampaikan persoalan ini kepada jajaran Pemprov Bali dan dalam pandangan umum Fraksi-Fraksi di DPRD Bali. Petani kita menjerit karena beban pajak yang tinggi. Belum lagi masalah panen mereka gagal misalnya. Membuat kami prihatin,” kata Sekretaris DPD I Golkar Bali ini.  *nat

Komentar