nusabali

KRI Bima Suci Sandar di Benoa dan Melakukan Open Ship

  • www.nusabali.com-kri-bima-suci-sandar-di-benoa-dan-melakukan-open-ship

KRI Bima Suci, kapal perang milik TNI Angkatan Laut (AL) sandar di Pelabuhan Benoa, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Rabu (23/10) pagi.

DENPASAR, NusaBali

Kapal perang pembawa diplomasi berukuran panjang panjang 111,20 meter dan lebar 13,65 meter ini sandar di Pelabuhan Benoa sebelum menuju Darwin, Australia pada 25 Oktober 2019.

Setibanya di Benoa kapal perang ini langsung melakukan open ship kepada masyarakat yang ingin mengetahui kapal tersebut. Masyarakat juga bisa bersosialisasi dengan para pelatih maupun taruna dan taruni AAL yang tengah menjalankan tugas masing-masing. Para taruna terlihat sibuk dengan melakukan perawatan kapal kebanggaan itu. Ada yang mengecat bodi kapal, memperbaiki lampu, dan kegiatan lainnya.

Komandan Satgas Pelayaran Diplomasi Duta Bangsa, Letkol Laut (P) Waluyo dikonfirmasi beberapa saat setelah tiba di Pelabuhan Benoa kemarin mengungkapkan, kapal perang pengganti KRI Dewa Ruci ini tengah melaksanakan pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) 2017. Kapal ini telah berlayar ke delapan negara, yakni Filipina, Korea, Tiongkok, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Minanmar.

Letkol Waluyo mengatakan setelah mengunjungi Myanmar, kapal yang membawa 89 orang ABK, 18 staf pelatih, dan 83 taruna dan taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) ini bersandar di Pelabuhan Batam. Lalu ke Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. Selanjutnya kapal perang dengan peralatan canggih ini bertolak ke Australia, lalu ke Banyuwangi, Jawa Timur dan terakhir kembali ke pangkalan di Surabaya.

“Kapal ini bertolak dari Koarda 2 Pangkalan Surabaya 5 Agustus 2019 dan akan kembali pada 9 November 2019. Kapal ini berlayar ke sejumlah negara mengemban fungsi diplomasi dan mengenalkan Indonesia ke luar negeri. Selain itu dalam perjalanan melatih taruna taruni AAL untuk dapat mengoperasi semua peralatan tempur yang ada,” tuturnya.

Dalam perjalan ke sejumlah negara dalam waktu dua bulan terakhir lanjut Letkol Waluyo sangat banyak pengalaman, terutama masalah cuaca. Diharapkan para taruna dan taruni AAL benar-benar terlatih dalam menghadapi situasi laut sehingga menghasilkan perwira TNI AL yang handal. “Ada satu pengalaman cuaca ketika berlayar di Shanghai, China. Pada saat kami hendak sandar, di sana sedang terjadi badai lingling. Otoritas pelabuhan Shanghai melarang untuk bersandar. Karena itu prosedur dari TNI AL China sehingga kami sebagai tamu mengikuti apa yang menjadi aturan di sana. Kami hanya bersandar satu hari di sana. Pagi sandar keesokan paginya berlayar lagi,” tuturnya.

Sementara Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar, Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko mengatakan kapal tersebut membawa satgas Kartika Jalakrida. Tugasnya adalah melaksanakan pelayaran duta kebangsaan diplomasi. Kapal ini membawa tauruna taruni untuk melaksanakan praktek berlayar. Bagaimana mengaplikasikan ilmu yang sudah di dapat.

Sebelum bertolak menuju ke Darwin pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Bali. Apa yang bisa dijual dari Bali di Australia. Nanti merekalah yang mempromosikan Bali di Australia. “Kami berkoordinasi biar tahu apa yang mau dipromosikan. Itu tugas diplomasi sebagai duta bangsa,” tutur Kolonel Henricus sembari mengatakan kapal ini gelar open ship hingga 25 Oktober 2019 pukul 16.00 Wita. *pol

Komentar