nusabali

Jangan Takut Imunisasi Anak

  • www.nusabali.com-jangan-takut-imunisasi-anak

Tim BBPOM sampai rela tak mengambil cuti bersama Idul Fitri beberapa waktu lalu demi menepis isu vaksin palsu yang juga beredar di wilayah Bali.

Dinkes Kembali Tegaskan Tak Ada Vaksin Palsu di Bali

DENPASAR, NusaBali
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr I Ketut Suarjaya, menyatakan Bali masih aman dari peredaran vaksin palsu yang bikin heboh tersebut. Dinkes bekerjasama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) telah melakukan penelusuran selama sebulan ini di seluruh kabupaten dan kota. Sudah ada 120 fasilitas kesehatan (Faskes) di Bali yang telah ditelusuri. “Faskes yang sudah kami ditelusuri diantaranya ada 55 rumah sakit pemerintah dan swasta, klinik, praktek dokter, bidan sampai ke distributornya juga," ujar dr Suarjaya ditemui di sela-sela pemusnahan barang sitaan BBPOM di Denpasar, Jumat (15/7).

Menurut Suarjaya, monitoring akan terus dilakukan walaupun dalam pemeriksaan saat ini belum ditemukan vaksin palsu. Pihaknya tidak ingin kasus ini sampai meresahkan masyarakat, apalagi para orangtua menjadi takut memberikan vaksin/imunisasi anaknya. Untuk itu, Dinkes menghimbau agar masyarakat tidak mengkhawatirkan beredarnya vaksin palsu, karena di Bali sudah dinyatakan aman, dan pengadaannya pun lewat jalur resmi. "Terkait dengan vaksin di Bali, baik RS pemerintah maupun swasta ada pengadaannya sendiri. Semuanya asli alias tidak ada yang palsu. Kami nyatakan Bali masih aman dari vaksin palsu," tegas Suarjaya.

Selain menghimbau untuk masyarakat, Suarjaya juga menghimbau kepada rumah sakit swasta agar kembali bekerjasama dengan Dinas Kesehatan terkait pengadaan vaksin karena dijamin keasliannya. "Kita harap pihak RS swasta bekerjasama dengan Dinkes kembali karena vaksin kami asli. Memang karena kemarin Dinkes kehabisan stok, makanya mereka harus membeli vaksin ke distributor lain, karena vaksin kita terbatas," jelasnya lagi.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar, Endang Widowati juga menegaskan di Pulau Dewata tidak ada indikasi vaksin palsu. Tim BBPOM sampai rela tak mengambil cuti bersama Idul Fitri beberapa waktu lalu demi menepis isu vaksin palsu yang juga beredar di wilayah Bali. Dikatakan, Tim BBPOM bersama dengan Dinas Kesehatan melakukan penyisiran ke puluhan fasilitas kesehatan (faskes) mulai dari rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, klinik, apotek, praktek dokter hingga praktek bidan.

Monitoring dilakukan mulai dari pengecekan dokumen-dokumen pengadaan vaksin, penyimpanan vaksin, sasaran imunisasinya, dan memeriksa kecocokan jumlah vaksin yang diberikan dengan jumlah pasien yang melakukan imunisasi. Saat melakukan penyisiran, kata dia, sempat menemukan beberapa dokumen yang belum tertelusur hingga menyebabkan beredarnya isu vaksin palsu di Bali. Namun menurut proses pengecekan vaksin yang dilakukan saat dokumen tersebut belum ditelusuri, Endang memastikan vaksin tersebut ternyata asli 7 cr63

Komentar