nusabali

Bus Rombongan Siswa Terguling, 20 Terluka

  • www.nusabali.com-bus-rombongan-siswa-terguling-20-terluka

Bus pariwisata yang membawa rombongan siswa SMA Negeri 2 Genteng, Kabupaten Banyuwangi, mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di Desa Sukosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (20/10) pukul 02.00 WIB.

LUMAJANG, NusaBali

"Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut. Namun sebanyak 20 siswa dari 46 penumpang bus mengalami luka-luka dan dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang," kata Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban di Lumajang, seperti dikutip Antara.

Bus pariwisata bernomor polisi H 7735 UA membawa rombongan siswa SMA Negeri 2 Genteng Banyuwangi hendak menuju ke Jakarta untuk kegiatan studi tour. Namun bus mengalami selip pada ban saat mendahului sebuah truk di jalan raya Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang hingga masuk ke parit dan terguling.

"Semua korban yang mengalami luka-luka adalah siswa SMA Negeri 2 Genteng Banyuwangi dan kini menjalani perawatan di RSUD Hariyoto Lumajang. Tidak ada yang mengalami luka serius dan hanya mengalami luka ringan," tuturnya.

Menurut dia, puluhan siswa tersebut sudah ditangani petugas medis dan mereka masih menunggu bus yang menjemput untuk kembali pulang ke Kabupaten Banyuwangi.

"Saya mengimbau kepada seluruh pengemudi kendaraan agar lebih berhati-hati dalam berkendara dan silahkan menepi dulu dan mencari tempat yang luas untuk sekedar beristirahat jika dirasa mulai mengantuk," katanya.

Arsal meminta para sopir untuk tidak memaksakan diri tetap berkendara jika sudah mulai mengantuk karena dapat membahayakan nyawa sendiri dan nyawa orang lain.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Gede Putu Atma Giri mengatakan, petugas langsung mengevakuasi korban yang masih berada di dalam bus untuk dilarikan ke RSUD dr Haryoto Lumajang.

"Petugas dari Satlantas Polres Lumajang yang memang berada di dekat lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban luka-luka ke RS terdekat, agar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," ujarnya. *

loading...

Komentar