nusabali

Darurat Narkoba, BNNK Buleleng Siapkan Klinik Rehabilitasi

  • www.nusabali.com-darurat-narkoba-bnnk-buleleng-siapkan-klinik-rehabilitasi

Kebutuhan klinik rehabilitasi dinilai mendesak karena Buleleng mencatat kasus narkoba terbesar di Bali setelah Denpasar.

SINGARAJA, NusaBali

Badan Narkotika Nasional (BNNK) Buleleng tahun ini sedang menyiapkan rencana untuk membangun klinik rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Hal tersebut dinilai mendesak karena kondisi Buleleng dengan kerawanan kasus narkoba tertinggi kedua di Bali setelah Denpasar. Hanya saja BNNK Buleleng saat ini tengah menunggu hibah lahan dari Pemkab Buleleng untuk merealisasikan rencana tersebut.

Kepala BNNK Buleleng, AKBP Gede Astawa, Minggu (13/10/2019), mengatakan tahun ini pihaknya memang memohon lahan Pemkab Buleleng di Jalan Teleng Nomor 3, Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan/Kabupaten Buleleng untuk dihibahkan. Sejauh ini lahan dengan bangunan tua itu dipergunakan sebagai kantor BNNK Buleleng. Setelah dihibahkan nanti rencananya tak hanya membangun klinik rehabilitasi tetapi juga lengkap dengan gedung perkantoran yang representatif.

Menurut AKBP Gede Astawa, klinik rehabilitasi ini sangat penting dibangun di Buleleng mengingat jumlah pecandu narkoba yang diungkap terus bertambah setiap tahunnya. Bahkan sejak awal Januari hingga September lalu sudah ada 64 orang yang direhabilitasi. “Selama ini kalau pecandu di Buleleng diputuskan rehab harus dikirim ke Bangli, Gianyar maupun Badung, sehingga kurang optimal,” jelas dia.

AKBP Astawa pun menilai proses rehabilitasi akan lebih mudah jika ada klinik rehabilitasi terdekat. Masyarakat yang memiliki anggota keluarga kecanduan narkoba juga tak perlu berpikir dua kali untuk melakukan rehab, karena tak perlu memikirkan jarak dan operasional. Klinik rehabilitasi yang akan dibangun rencananya akan menampung pencandu-pecandu skala ringan yang dapat menjalani rawat jalan. Sedangkan yang pecandu kelas berat yang membutuhkan rawat inap tetap akan ditangani di Bangli.

Sementara itu lahan seluas 7,2 are, jika dihibahkan tahun ini, maka di tahun 2020 mendatang klinik rehabilitasi di Buleleng sudah dapat dibuka. BNNK Kabupaten juga akan mengusulkan kebutuhan dokter dan psikolog kepada BNN pusat dan kelengkapan sarana prasarana lainnya. Selain juga sosialisasi ke desa dan wilayah perkotaan kepada masyarakat untuk tidak lagi takut mengungkap dan merehabilitasi anggota keluarganya yang kecanduan narkoba. “Masyarakat yang tahu anggota keluarga atau orang disekitarnya pemakai narkoba lebih baik lapor kepada kami untuk direhabilitasi sehingga tidak ditangkap dan buat Lapas penuh,” tegas dia.*k23

loading...

Komentar