nusabali

Rekrutmen CPNS di Bangli Terancam Batal

  • www.nusabali.com-rekrutmen-cpns-di-bangli-terancam-batal

Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Bangli terancam gagal. Rekrutmen tidak akan dilaksanakan jika pegawai tidak tetap/guru tidak tetap (PTT/GTT) tidak mendapat prioritas untuk diangkat.

BANGLI, NusaBali

Pemkab Bangli mendapat kuota 131 formasi untuk CPNS maupun PPPK.  Eksekutif dan legislatif sepakat mengusulkan PTT/GTT mendapat prioritas dalam rekrutment CPNS/PPPK tahun ini. Saat anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka melakukan kunjungan ke Bangli beberapa waktu lalu, banyak aspirasi agar PTT/GTT ini bisa diangkat sebagai PPPK maupun PNS. Bupati Bangli I Made Gianyar saat dikonfirmasi mengisyaratkan rekrutmen CPNS batal dilaksanakan. Sebab Bupati Made Gianyar ingin PTT/GTT terakomodir. Jika dibuka umum, dinilai akan memberatkan.

Melihat kondisi APBD Bangli yang sulit, tentu ini akan menjadi beban. “Kalau dibuka untuk umum, anggaran yang dibutuhkan untuk membayar gaji dan tunjangan tentu lebih besar,” ungkap bupati, Kamis (10/10). Jika PTT/GTT bisa menjadi prioritas, tinggal penambahan anggaran lagi sedikit. Namun sampai saat ini belum ada informasi dari kementerian terkait usulan Pemkab Bangli memprioritaskan PTT/GTT. “Jika nantinya PTT/GTT tidak diprioritaskan maka kami tidak membuka rekrutmen CPNS/PPPK,” tegasnya.

Bupati akan mengoptimalkan PTT/GTT yang ada dan merancang menaikkan gaji PTT/GTT. “Anggaran kenaikan gaji PTT/GTT sekitar Rp 49 miliar,” bebernya. Saat ini gaji PTT/GTT kisaran Rp 1,2 juta per bulan, rencana naik jadi Rp 2 juta per bulan. Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Bangli, Satria Yudha mengaku sependapat dengan rencana bupati. Tidak bermaksud membatasi masyarakat umum berkarir di Bangli.

Jika rekrutmen dibuka untuk umum, maka PTT/GTT tidak menutup kemungkinan kalah saing, terlebih dengan yang baru tamat. “Jika buka untuk umum, maka membutuhkan anggaran ganda. Membiayai PTT/GTT ditambah lagi PNS. Dan tidak mungkin memberhentikan PTT/GTT karena mereka sudah mengabdi cukup lama,” ujarnya. *esa

loading...

Komentar