nusabali

Desa Adat Kelating Kembangkan Wahana ATV

  • www.nusabali.com-desa-adat-kelating-kembangkan-wahana-atv

Memiliki pantai yang sering dikunjungi wisatawan, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Tabanan mulai kembangkan wisata ATV.

TABANAN, NusaBali

Wisata ATV yang dinamai Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) bekerja sama dengan warga adat. Sedangkan pengelolaannya dipercayakan kepada generasi muda.

Bendesa Adat Kelating I Dewa Made Maharjana, mengatakan wahana yang dikembangkan bekerjasama dengan warga setempat sebagai pemilik ATV,  dan pihak Desa Adat Kelating sebagai pengelola. Kemudian pihak desa adat mempercayakan pengelolaan ATV kepada generasi muda di desa adat setempat.  

Dikatakannya, pengembangan gagasan wahana baru ini didasari rasa jengah, lantaran adanya ATV lain yang hampir setiap hari melintas di wewidangan Desa Adat Kelating. “Jadi kami terkesan hanya jadi penonton di wilayah sendiri. Itulah yang mendasari kami untuk ikut mengembangkan potensi yang ada di desa,” kata Maharjana, Minggu (6/10).

Sementara Dewa Nyoman Anggara Wijaya Putra selaku pengelola wahana ATV Desa Kelating, mengatakan wahana ATV dibuka pada 28 September dengan jumlah 9 unit ATV. Sejak dibuka wahana tersebut sudah banyak wisatawan mencoba. Termasuk sudah ada pesanan dari wisatawan manca negara (wisman) dalam waktu dekat.

Menurut Anggara Wijaya, untuk bisa menikmati wahana ini dikenakan tarif berbeda bagi wisman dan lokal. Untuk wisman dikenakan tarif Rp 800 ribu per ATV. Sewa itu sudah termasuk makan siang serta wahana lain dari pengelola. Bahkan untuk wisman disiapkan rute yang tujuannya untuk mengenalkan potensi Desa Kelating.

“Kurang lebih dua jam mereka akan dipandu berkeliling sesuai rute dan melihat kegiatan masyarakat, selain juga kami siapkan spot foto,” tuturnya.

Sedangkan untuk wisatawan lokal dikenan tarif sebesar Rp 150 ribu per ATV dengan waktu 1 jam di areal pantai. “Dan mudah-mudahan ini menjadi tujuan wisata favorit di Desa Kelating. Karena tujuan riilnya untuk kembangkan desa wisata dengan potensi yang ada di desa,” tandasnya. *des

loading...

Komentar