nusabali

Urip Dijagokan Jadi Menteri Pertanian

Cok Ace dan Rai Mantra Muncul di Bursa Calon Menteri Pariwisata

  • www.nusabali.com-urip-dijagokan-jadi-menteri-pertanian

Cok Ace mengaku tidak mau menjadi menteri, karena ingin fokus ngayah di Bali sebagai Wakil Gubernur

DENPASAR, NusaBali

Bursa calon menteri dari Bali terus bergulir jelang dilantiknya pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Presiden-Wakil Presiden 2019-2024 terpilih, 20 Oktober 2019 nanti. Perkembangan terbaru, 3 tokoh Bali dijagokan jadi calon menteri, yakni Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), I Made Urip, dan IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Nama Cok Ace, Made Urip, dan Rai Mantra dijagokan dalam bursa di kalangan pariwisata, politisi, dan birokrasi. Cok Ace adalah tokoh pawriwitasa asal Puri Agung Ubud, Gianyar yang kini menjabat Ketua BPD PHRI Bali, selain mendai Wakil Gubernur Bali. Cok Ace yang notabene mantan Bupati Gianyar 2008-2013 dijagokan menjadi calon Menteri Pariwisata.

Sedangkan Made Urip adalah politisi senior PDIP asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan yang sudah lima periode duduk di DPR RI Dapil Bali. Saat ini, Made Urip menjabat Wakil Ketua Bidang Pertanian, Pangan, Lingkungan Hidup DPP PDIP. Sedangan di legislatif, Made Urip langganan duduk di Komisi IV DPR RI yang membidangi masalah pertanian. Made Urip dijagokan menjadi calon Menteri Pertanian.

Sebaliknya, IB Rai Mantra adalah tokoh non kader asal Dersa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur yang sudah hampir tiga kali periode menjabat Walikota Denpasar (2008-2010, 2010-2015, 2016-2021). Rai Mantra dijagokan kalangan akademisi dan birokrasi untuk menduduki salah satu jabatan menteri. Terlebih lagi, prestasi Rai Mantra dalam memimpin Kota Denpasar, sehingga putra dari Gubernur Bali (1978-1988) Prof Dr IB Mantra ini sempat diundang ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai pembicara.

Sumber NusaBali di kalangan pariwisata, Selasa (8/10), menyebutkan kalau Bali dapat jatah Menteri Pariwisata, maka jabatan itu akan diberikan kepada Cok Ace sebagai prioritas pertama. Sedangkan kuda hitamnya untuk posisi ini adalah Rai Mantra.

“Tetapi, kalau Bali dapat jatah Menteri Pertanian atau Menteri Lingkungan Hidup, maka Made Urip yang paling berpeluang pegang jabatan itu. Selain berpengalaman di bidangnya, Made Urip adalah kader PDIP yang diperhitungkan di tingkat nasional,” ujar salah seorang praktisi pariwisata kepada NusaBali di Denpasar, Selasa kemarin.

Menurut dia, Cok Ace bisa saja bersaing dengan Rai Mantra untuk memperebutkan kursi Menteri Pariwisata. Khusus untuk Rai Mantra, kata dia, punya peluang karena Presiden Jokowi smpat beberapa kali datang ke Kota Denpasar.

“Selain itu, Rai Mantra baru-baru ini juga tampil di PBB dan itu selalu diviralkan. Ini catatan juga kalau Rai Mantra bisa dibawa ke lingkaran Istana oleh tim suksesnya. Lapipula, Rai Mantra semakin sering dapat penghargaan dan hadir di Jakarta dalam kegiatan yang dihadiri Presiden maupun Wapres,” tandas sumber yang wanti-wanti namanya tidak dikorankan ini.

Disebutkan, sinyal peluang Rai Mantra menjadi menteri adalah munculnya tembakan politik’ paling moncer dengan istilah ‘satu peluru dua nyawa’. Bakal muncul lobi- lobi jelang injury-time perebutan kursi menteri dari Bali.

“Singkat cerita, kalau Rai Mantra naik jadi menteri, maka Wakil Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara otomatis naik menjadi Walikota. Jaya Negara adalah kader PDIP, Wakil Walikotanya nanti juga kader PDIP. Ini paket kuat yang akan bertarung di Pilkada Denpasar 2020. Jadi, ini satu peluru dua nyawa,” sergah sumber tadi.

Sayangnya, Rai Mantra belum berhasil dikonfirmasi terkait namanya yang masuk bursa calon menteri dari Bali. Demikian pula Made Urip, belum didapat konfirmasinya terkait peluang terpilih jadi Menteri Pertanian atau Menteri Lingkungan Hidup. Saat Made Urip dihubungi NusaBali per telepon, Selasa kemarin, ponselnya bernada mailbox.

Sementara itu, Cok Ace mengatakan dirinya tidak mau menjadi menteri, karena ingin ngayah di Bali sebagai Wakil Gubernur. “Anda mengusir saya nih,” kelakar Cok Ace saat dihubungi NusaBali per telepon di sela acara kenegaraan bersama Wapres Jusuf Kalla di Jakarta, tadi malam.

“Nggaklah  tiang dikasihani oleh jro pemangku, seniman, praktisi pariwisata di Bali. Mereka ingin saya tetap ngayah di Bali. Kalau saya di Jakarta, siapa ngurus adat dan budaya di Bali? Minimal di Ubud, di tanah kelahiran tiang,” lanjut Wakil Gubernur yang juga pragina (penari) calonarang ini.

Cok Ace membantah keberadaannya di Jakarta kemain sebagai bagian lobi-lobi. Dia berada di Jakarta untuk hadiri acara kenegaraan. “Tidak ada lobi-lobi. Ngapain saya melobi, wong nggak ada niat jadi menteri kok. Tadi maunya Pak Presiden hadir dalam kegiatan kenegaraan para kepala daerah yang menerima penghargaan. Tetapi, mendadak diwakilkan kepada Pak Wapres Jusuf Kalla,” kilah Cok Ace.

Cok Ace juga tidak ada merekomendasikan kepada Presiden Jokowi untuk posisi calon menteri dari Bali. “Nggak, bagi saya, siapa saja yang terbaik menurut Presiden, itulah yang terbaik,” tegas Cok Ace.

Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster dalam berbagai kesempatan sebelumnya menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi dalam menentukan calon menteri dari Bali. “Itu hak prerogatif Presiden, kita serahkan kepada beliau,” ujar Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDIP Bali.

Sebelumnya, 4 tokoh Bali juga diusulkan Relawan Jaringan Karya Bersama Joko Widodo (Jangkar Jokowi) menjadi calon menteri dalam Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin 2019-2024. Mereka masing-masing Dr I Dewa Gede Palguna SH MHum, 58, (pendekar hukum asal Bangli yang kini anggota Mahkamah Konstitusi), Prof Dr Ir I Gede Pitana MSc, 59 (tokoh asal Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan yang kini Staf Ahli Menteri Pariwisata), Prof Dr Ir I Gede Wenten, 57 (ahli membran asal Seririt, Buleleng yang kini dosen ITB Bandung), dan Dr drh I Ketut Diarmita MP (birokrat asal Dusun Munduk Mengenu, Desa Tista, Kecamatan Busungbiu, Buleleng yang kini menjabat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian).

Dewa Gede Palguna diusulkan oleh Jangkar Jokowi menjadi calon Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM), bersama Komjen Pol (Purn) Drs Syafruddin (yang kini masih menjabat Menteri PAN-RB) dan Prof Dr Eddy OS Hiariej (Saksi Ahli Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin). Sedangkan Prof Gede Pitana diusulkan menjadi calon Menteri Pariwisata bersama Budi Karya Sumadi (kini menjabat Menteri Perhubungan) dan Arief Yahya (masih menjabat Menpar). Sementara Prof Gede Wenten diusulkan menjadi calon Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti). Sebaliknya, Ketut Diarmita diusulkan menjadi calon Menteri Pertanian. *nat

loading...

Komentar