nusabali

Anjing Rabies Gigit 2 Warga di Sangkaragung

  • www.nusabali.com-anjing-rabies-gigit-2-warga-di-sangkaragung

Dua korban yang digigit anjing sudah mendapat penanganan medis. Keswan Jembrana juga sudah melakukan eliminasi selektif dan vaksinasi emergency.

NEGARA, NusaBali

Seekor anjing rabies kembali ditemukan di Lingkungan/Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan/Kabupaten Jembrana. Sebelum terungkap positif rabies, Sabtu (28/9), anjing berumur sekitar 4 bulan peliharaan warga setempat itu sempat menggigit istri pemilik anjing, Ni Komang Wardani, 44, dan salah satu warga Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Ni Komang Yuliastuti, 37.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana drh I Wayan Widarsa, Senin (30/9), mengatakan kasus gigitan terhadap kedua korban itu sama-sama terjadi pada Minggu (22/9) lalu. Kedua korban yang digigit secara terpisah tersebut sama-sama digigit pada bagian kaki. Setelah menerima luka gigitan, istri pemilik anjing, Ni Komang Wardani langsung mendatangi Puskesmas II Jembrana di Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana. Saat mendatangi puskesmas, Minggu (22/9), korban diberi perawatan terhadap lukanya, dan diminta menginformasikan kembali ke puskesmas jika anjing yang menggigit hilang atau mati.

Nah, berselang empat hari setelah terjadi kasus gigitan atau pada Kamis (26/9), Wardani kembali datang ke Puskesmas II Jembrana, dan menginformasikan jika anjing yang menggigitnya tiba-tiba mati. Menerima informasi tersebut, dari pihak puskesmas langsung memberikan vaksin antirabies (VAR) terhadap korban, termasuk menghubungi tim Kesehatan Hewan (Keswan) Jembrana. Saat Kamis itu juga tim Keswan Jembrana melakukan pengambilan sampel otak anjing untuk dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar. Sesuai hasil yang diterima pihak Keswan Jembrana, Sabtu (28/9) sekitar pukul 15.30 Wia, sampel otak anjing dari Lingkungan Sangkaragung itu dipastikan positif rabies.

Sementara untuk korban Yuliastuti yang warga Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, yang digigit anjing yang sama saat kebetulan pulang kampung di rumah bajangnya, di Lingkungan/Kelurahan Sangkaragung, Minggu (22/9), juga sudah ditangani. Yang bersangkutan telah diberikan VAR dari Puskesmas 2 Mendoyo, di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jumat (27/9), setelah mendatangi puskesmas begitu menerima informasi anjing yang menggigitnya diketahui sudah mati. “Keduanya sudah sama-sama ditangani, dan sudah dikontak masing-masing puskesmas,” ujar Widarsa.

Menurut Widarsa, setelah menerima informasi anjing yang telah dinyatakan positif rabies, Sabtu (28/9), dari pihak Dinas Kesehatan Jembrana juga telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE), dan memastikan tidak ada korban lainnya, selain dua korban yang sudah tertangani di puskesmas terdekat. Sementara dari jajaran petugas Keswan Jembrana juga sudah melakukan respons, Senin kemarin, dengan melakukan eliminasi selektif serta vaksinasi emergency terhadap sejumlah anjing di wilayah sekitar. Dari kegiatan Senin kemarin, dieliminasi sebanyak 27 ekor anjing liar, dan divaksin sebanyak 43 ekor anjing.

“Beberapa sampel otak anjing yang dieliminasi itu akan kami kirim ke BBVet Denpasar untuk dicek lab kembali. Meskipun selama ini jarang sampel kedua yang kembali ditemukan positif rabies, itu tetap kami lakukan sesuai prosedur, dan berjaga-jaga kalau ternyata virusnya sudah menyebar di wilayah sekitar. Tadi sekalian juga kami memberikan edukasi, agar warga merawat dengan baik anjing peliharaan mereka, dan selalu waspada terhadap rabies,” ujarnya. *ode

loading...

Komentar