nusabali

Tembakau Buleleng Diserang Virus Mosaik

  • www.nusabali.com-tembakau-buleleng-diserang-virus-mosaik

Virus mosaik yang merupakan ancaman terbesar tanaman tembakau, kembali menghantui petani di Buleleng.

SINGARAJA, NusaBali

Sedikitnya ada 20 hektare tanaman tembakau ditemukan terserang virus tanaman yang sangat ganas dari total luasan tanaman tembakau 343,5 hektare. Bahkan lima hektare di antaranya masuk dalam kategori serangan berat.

Tanaman tembakau yang sudah terjangkiti  virus mosaik ini menurut data Dinas Pertanian Buleleng ditemukan di Desa Petemon, Kecamatan Seririt, Buleleng. Kepala Dinas Pertanian, I Made Sumiarta dihubungi Minggu (22/9) kemarin menjelaskan,  jika serangan virus yang dialami kelompok tani Sari Daun Pertiwi cukup mengkhawatirkan, karena menyerang sepertiga dari luasan tanam mereka.

“Sejauh ini yang baru ditemukan di Petemon, dari luasan 60 hektare sebanyak  20 hektare ditemukan serangan virus mosaik, 15 hektare kategori sedang dan 5 hektare lainnya serangnya berat,” jelas Kadis I Made Sumiarta.

Menurutnya penyakit tembakau ini sangat merugikan petani. Karena penyebarannya sangat cepat melalui pengairan dan angin. Sehingga satu pohon tanaman tembakau yang terserang mosaik harus cepat dicabut agar tidak menulari pohon lainnya.

“Ciri-cirinya pohon kerdil dan daun keriput karena disebabkan virus sangat cepat penyebarannya apalagi dengan pengairan, kalau tidak segera ditangani bisa habis satu lahan,” imbuh dia.

Dengan kondisi ini Dinas Pertanian terus menggenjot upaya pencegahan sehingga potensi kerugian petani tembakau dapat diminimalisir. Dinas Pertanian pun sudah menyarankan penyuluh lapangan dan petani untuk mengantisipasinya dengan mencabut pohon yang terjangkit dan segera mengaplikasikan fungisida dan kapur untuk pencegahan penularan ke pohon lainnya. Petani juga disarankan lebih jeli dan lebih intens mengontrol tanamannya, sehingga begitu ada serangan tak terlanjur menyebar.

Sementara itu jika dilihat dari perkiraan panen tahun ini sangat didukung dengan cuaca yang bersahabat. Petani tembakau pun masih berharap cuaca baik masih mendukung hingga waktu panen mereka selesai untuk mendapatkan produksi yang maksimal. *k23

Komentar