nusabali

RI Kirim Balik Sampah Plastik ke Australia

  • www.nusabali.com-ri-kirim-balik-sampah-plastik-ke-australia

Indonesia mengirimkan balik sembilan kontainer limbah plastik yang tercampur sampah serta limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) ke Australia.

JAKARTA, NusaBali

Sampah ini berasal dari Tanjung Perak, Tanjung Priok, dan Tangerang. "Khusus untuk yang 9 kontainer ini, ini adalah reekspor yang khusus berasal dari kawasan berikat. Jadi ada berapa kawasan berikat yang misalkan industri pengolahan sampah plastik dan 9 di antaranya kita putuskan ini harus direekspor," ujar Direktur Jenderal Bea-Cukai Heru Pambudi Heru di Terminal Peti Kemas Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (18/9) seperti dilansir detik.

Pengembalian sembilan kontainer sampah plastik ini dilakukan oleh Bea-Cukai bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hadir pula aparat kepolisian dan sejumlah pejabat terkait.

Heru mengatakan sembilan kontainer ini merupakan impor yang dilakukan oleh PT HI. Menurutnya, sembilan kontainer itu rencananya akan berangkat pada Kamis (19/9) besok ke negara asal, yakni Australia.

"Sembilan (kontainer) ini adalah kontainer yang berasal dari Australia dan sudah diajukan dokumen pengembaliannya tanggal 12 September kemarin dan akan dikapalkan tanggal 19 September," katanya.

Selain itu, Heru mengungkapkan sinergi antara Bea Cukai dan KLHK kali ini berhasil menindak tiga perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat di wilayah Tangerang, Banten, yaitu PT HI, PT NHI, dan PT ART.

Ketiga perusahaan tersebut kedapatan mengimpor limbah plastik tercampur sampah dan limbah (B3), bahkan salah satu perusahaan tersebut mengimpor tanpa dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

"Penindakan pertama dilakukan terhadap PT HI yang mengimpor 102 kontainer plastik lembaran dan plastik buatan berbagai jenis. Bea-Cukai Tangerang melakukan koordinasi dengan KLHK untuk melakukan pemeriksaan bersama tanggal 14, 15, dan 29 Agustus 2019," kata Heru.

"Hasilnya, 23 kontainer terkontaminasi sampah, limbah B3, serta direkomendasikan untuk dikembalikan ke negara asal, yaitu Australia (13 kontainer), Amerika Serikat (7 kontainer), Spanyol (2 kontainer), dan Belgia (1 kontainer), sementara 79 lainnya dinyatakan bersih dan diberikan izin untuk dipakai sebagai bahan baku," sambungnya. *

loading...

Komentar