nusabali

Awalnya Punya Nilai Rp 497 Juta

  • www.nusabali.com-awalnya-punya-nilai-rp-497-juta

Barang-barang yang dimusnahkan sudah berumur lebih dari 5 tahun. Namun karena sudah tidak memiliki nilai jual, maka nilai aset itu pun dihapuskan melalui cara pemusnahan.

SINGARAJA, NusaBali

Sejumlah aset di lingkup Sekretariatan Daerah (Setda) Kabupaten Buleleng, terpaksa dimusnahkan, karena tidak layak dilelang. Barang tersebut berupa peralatan dan mesin, seperti meja, kursi, perangkat komputer serta alat dapur yang kondisinya rusak berat, hingga tidak memiliki nilai ekonomis lagi.

Pemusnahan barang rongsokan itu dilaksanakan Rabu (18/9) pagi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. Pemusnahan disaksikan oleh Asisten Administrasi Umum, Gede Suyasa, Kepala Bagian Perwat, Putu Gede Yudana, serta Tim Penghapusan Aset.

Barang yang dimusnakan itu awalnya memiliki nilai sebesar Rp 497 juta. Barang-barang tersebut sudah berumur lebih dari 5 tahun. Namun karena sudah tidak memiliki nilai jual karena kondisinya rusak parah, maka nilai aset itu pun dihapuskan melalui cara pemusnahan.

Asisten Administrasi Umum, Gede Suyasa menjelasakan, penghapusan melalui pemusnahan terhadap barang milik daerah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan kondisi rusak berat, sudah sesuai dengan ketentuan,  yakni, Permendagri Nomor 19 Tahun 2016, serta Perda Nomor 6 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. “Barang yang dimusnahkan yang rusak berat seperti meja dan kursi ini  dimusnahkan, selain tidak memiliki nilai ekonomis, barang-barang inipun sudah tak layak pakai, untuk itu dilaksanakan penghapusan dengan cara pemusnahan menggunakan  alat berat,” terangnya.

Suyasa menambahkan, pemusnahan barang aset daerah yang tidak memiliki nilai ekonimis telah melalui tahapan, yakni dilakukan sensus terhadap barang yang rusak kemudaian pengajuan usulan penghapusan, hingga dilakukan penilaian oleh tim pemanfaatan dan tim penghapusan pemkab buleleng.

Ada dua hal yang bisa dilakukan dalam proses penghapusan ini, pertama bila barang tersebut masih memiliki nilai ekonomi, maka dilakukan pelelangan. Seperti yang dilaksanakan beberapa waktu lalu barang milik daerah yang masih dapat digunakan seperti alat-alat elektronik serta kendaraan dinas  dilaksanakan lelang resmi secara online. “Dari pelelangan itu memberikan pemasukan kepada daerah dengan nominal yang cukup besar. Akan tetapi, bila aset sudah tidak layak maka akan dimusnahkan sesuai prinsip pengelolaan barang aset daerah,” pungkas mantan Kepala Dinas Pendidikan Buleleng ini. *k19

loading...

Komentar