nusabali

Bonsai Kelapa Sedot Perhatian Pengunjung

  • www.nusabali.com-bonsai-kelapa-sedot-perhatian-pengunjung

Pameran bonsai kelapa menyedot perhatian pengunjung Festival  Subak Karangasem dan Festival Kelapa Internasional 2019 di Objek Wisata Taman Sukasada Ujung, Banjar Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Selasa (17/9).

AMLAPURA, NusaBali

Bonsai kelapa ini bentuknya unik dan harganya terjangkau. Buat bonsai kepala membutuhkan waktu minimal 6 bulan.

Rata-rata bonsai kelapa itu bibitnya dari kelapa gading atau lebih lazim disebut nyuh gading. Ada beberapa bonsai yang umurnya 5 tahun lebih, tetap saja tidak bisa berbuah. Sebab medianya kecil, ditempatkan dalam pot bunga sehingga akarnya tidak berkembang dan batangnya juga tidak bisa membesar. I Gusti Made Parwata dari Jalan Sudirman Amlapura mengaku tertarik membeli dua bonsai yang telah berumur 5 tahun. “Awalnya saya tanya satu bonsai harganya Rp 1,5 juta, setelah saya tawar minta dua bonsai Rp 1,5 juta, ternyata diberi,” katanya.

Gusti Parwata mengatakan harga bonsai kelapa terbilang murah. Padahal membentuk satu bonsai agar terlihat indah dan unik memerlukan kesabaran dan waktu lama. Pencinta bonsai kelapa I Wayan Gede Suastika mengakui hal itu. “Memang memerlukan kesabaran dan konsisten menata agar bonsai tetap terjaga dan terawat,” katanya. Setiap hari pelepahnya dibentuk agar daunnya melengkung, tapisnya dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan.

Salah satu penunggu stand bonsai kelapa, I Wayan Edi Arta dari Banjar Ambang Kelod, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan menerangkan, membuat bonsai dari awal perlu waktu luang. Mulai dari pembentukan akar memerlukan waktu empat bulan. “Seminggu sekali pelepahnya dilengkungkan,” katanya. Antara waktu yang dihabiskan dengan nilai jual bonsai, perhitungannya rugi. *k16

loading...

Komentar