nusabali

Tebing Longsor, 2 Buruh Tewas Tertimbun Saat Naikkan Pasir

Musibah Maut di Galian C Alur Sungai Geliang, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem

  • www.nusabali.com-tebing-longsor-2-buruh-tewas-tertimbun-saat-naikkan-pasir

Korban Ni Wayan Gumbreg dan I Wayan Dadi tewas mengenaskan akibat tertimbun longsor saat berada di atas Truk DK 9590 GR untuk meratakan pasir yang sudah dinaikkan dengan alat kobelco

AMLAPURA, NusaBali

Musibah maut terjadi saat aktivitas menaikkan pasir pada Galian C di alur Sungai Geliang, Banjar Geliang, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Selasa (17/9) siang pukul 11.30 Wita. Tebing setinggi 10 meter di sisi barat mendadak longsor, hingga menewaskan dua buruh yang sedang menaikkan pasir ke Truk Hino Dutro hijau DK 9590 GR.

Kedua buruh yang tewas seketika akibat diterjang tebing longsor, Selasa kemarin, masing-masing Ni Wayan Gumbreg, 30 (asal Banjar Keladian, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang) dan I Wayan Dadi, 45 (asal Banjar Kunyit, Desa Besakih, Kecamatan Rendang). Sedangkan buruh lainnya yang berada di lokasi saat musibah, selamat dari maut tanpa terluka.

Menurut kesaksian I Wayan Latra, 57, buruh galian dari Lingkungan Batan Ha II, Kelurahan/Kecamatan Karangasem, aktivitas di Galian C alur Sungai Geliang, Selasa kemarin, dimulai sejak pagi pukul 08.00 Wita. Sejak pagi hingga terjadinya musibah siang hari, hanya ada satu unit truk yang datang mengambil pasir, yakni Truk Hino Dutro DK 9590 GR.

Sedangkan buruh galian yang bekerja di lokasi saat itu adalah saksi Wayan Latra bersama korban Ni Wayan Gumbreg dan I Wayan Dadi. Begitu Truk DK 9590 GR yang dikemudikan I Nyoman Kariasa, 45, sopir asal Banjar/Desa Pempatan, Kecamatan Rendang datang ke lokasi, langsung dilakukan aktivitas menaikkan pasir menggunakan alat kobelko. Korban Ni Wayan Gumbreg dan I Wayan Dadi berada di atas truk untuk meratakan pasir yang telah dinaikkan.

Sedangkan saksi Wayan Latra berada sekitar 25 meter dari posisi truk. Sebaliknya, sopir Nyoman Kariasa sedang istirahat di tenda yang berada sekitar 60 meter arah selatan dari lokasi longsor. Karenanya, sopir Nyoman Kariasa dan saksi Wayan Latra selamat dari maut. Demikian pula sopir kobelco selamat dari maut.

Perlu dicatat, posisi Truk DK 9590 GR yang sedang menaikkan muatan pasir tersebut berada sekitar 25 meter sebelah timur tebing. Tiba-tiba, tebing setinggi 10 meter sebelah barat longsor hingga menimpa Truk DK 9590 GR. Saat itu, kedua korban tengah berada di atas truk untuk meratakan pasir yang dituangkan alat kobelco.

Walhasil, Truk DK 9590 GR langsung ringsek di mana bedagnya sampai hancur akibat diterjang material longsor. Korban Ni Wayan Gumbreg dan I Nengah Dadi pun tewas mengenaskan tertimbun material longsor.

Pasca kejadian, kedua buruh yang tewas mengenaskan ini kemudian dievakuasi menggunakan alat kobelco, dengan cara menggeser bangkai Truk DK 9590 GR. Se-lanjutnya, kedua korban dibawa ke tenda, lalu diperiksa petugas medis dari Puskesmas Rendang yang didatangkan polisi ke lokasi, yakni dr I Putu Agus Suryantara Putra. Dari hasil pemeriksaan luar, kedua korban tewas mengenaskan dengan luka berat di sekujur tubuhnya, termasuk patah kaki.

Usai divisum di lokasi, jenazah korban Ni Wayan Gumbreg dan I Nengah Dadi langsung diambil keluarganya untuk dibawa pulang. Korban Wayan Gumbreg dibawa pulang ke Banjar Keladian, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang dan langsung dikuburkan di setra setempat, Selasa kemarin. Demikian pula korban Wayan Dadi dibawa pulang ke Banjar Kunyit, Desa Besakih untuk langsung dikuburkan di Setra Desa Adat Besakih.

Sementara itu, jajaran Polsek Rendang kemarin siang terjun ke lokasi musibah di Galian C Banjar Geliang, Desa Pempatan, dengan membonceng petugas Puskesmas Rendang, untuk melakukan evakuasi korban, identifikasi, dan olah TKP. Petugas kepolisian yang terjun ke lokasi dipimpin langung Kapolsek Rendang, AKP I Made Sudartawan.

Menurut Kapolsek AKP Made Sudiartawan, jajaran Polsek Rendang terjun ke lokasi setelah mendapat laporan dari I Nyoman Giri, 50, saksi asal Banjar Keladian, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang selaku pemilik Galian C yang longsor. “Kejadian maut yang merenggut dua nyawa ini murni musibah,” papar AKP Sudartawan.

Di sisi lain, saksi I Wayan Latra mengaku bersyukur selamat dari maut dalam musibah tebing longsor di Galian C Banjar Geliang, Desa Pempatan, Selasa kemarin. "Syukur posisi saya saat itu agak jauh dari truk yang ditimpa longsor, sehingga saya selamat. Meski demikian, saya trauma hingga langsung berhenti bekerja hari ini (kemarin)," tutur Wayan Latra. *k16

Komentar