nusabali

Kemarau, Warga Banjar Pendem Cari Air Bulakan

  • www.nusabali.com-kemarau-warga-banjar-pendem-cari-air-bulakan

Sekitar 100-an KK warga Banjar Pendem, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana harus jalan kaki 1–3 kilometer untuk mendapat air bersih.

NEGARA, NusaBali

Krisis air pada musim kemarau ini semakin meluas di Kecamatan Melaya, Jembrana. Selain di Banjar Sari Kuning, Desa Tukadaya, dan Banjar Puncaksari, Desa Warnasari, warga di tiga banjar di Desa Manistutu juga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, sejumlah warga di Banjar Pendem, Desa Manistutu, terpaksa harus mencari air dari salah satu bulakan (kubangan), yang menjadi salah satu sumber mata air warga setempat.

Untuk menjangkau bulakan yang berada di pinggir areal persawahan Subak Telepus di banjar setempat tersebut, warga harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer hingga 3 kilometer dengan medan yang cukup terjal. Warga di Banjar Pendem ini terpaksa langsung mencari air di bulakan yang menjadi sumber air sambungan sumur bor swadaya ke rumah-rumah warga di banjar setempat, lantaran mesin pompa di sumber mata air itu rusak. Begitu juga sejumlah warga yang memiliki sambungan air swadaya dari pegunungan, kesulitan mendapat air, lantaran debit air yang menurun drastis pada musim kemarau ini.

“Sebenarnya kalau mesin pompa di bulakan itu tidak rusak, warga kami tidak sampai mengalami krisis air. Rusaknya sudah hampir dua minggu lalu, dan sempat kami cek untuk diperbaiki, tetapi belum bisa. Karena tidak dapat diperbaiki, ya akhirnya terpaksa harus cari air langsung ke sumbernya.  Yang punya sambungan air dari pegunungan, juga ada cari langsung ke sana (bulakan), karena debit air dari hutan sangat kecil, dan tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Kelian Banjar Pendem I Made Wartawan, Senin (16/9).

Menurutnya, total ada 230 kepala keluarga (KK) di banjarnya. Namun yang tidak bisa mendapat air sama sekali di rumah mereka, ada sekitar 100-an KK. Sembari menunggu rencana perbaikan mesin pompa di bulakan,  pihaknya juga berencana meminta bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, yang belakangan telah menyalurkan bantuan air bersih ke banjar lainnya. “Memang kami belum usulkan, karena kemarin masih berusaha memperbaiki mesin pompa di bulakan itu. Tetapi, sementara belum dapat diperbaiki, makanya kami juga berencana minta bantuan air,” ucap Wartawan.

Sementara Pelaksana Harian (Plh) Perbekel Manistutu I Wayan Pasek, saat dikonfirmasi secara terpisah Senin kemarin, mengatakan selain di Banjar Pendem, ada dua banjar lain yang juga mengalami krisis air. Yakni di Banjar Mekarsari dan Banjar Benel, dengan jumlah warga yang mengalami kekeringan total sekitar 100-an KK. Untuk warga yang mengalami kekeringan di Banjar Mekarsari dan Banjar Benel yang sudah dilaporkan ke pihak BPBD Jembrana, juga sudah ditindaklanjuti dengan mengirimkan bantuan air bersih ke dua banjar tersebut, Senin kemarin. “Untuk yang di Banjar Pendem, sementara memang belum ada bantuan air. Tetapi kami juga sampaikan ke BPBD, dan kemungkinan besok akan didistribusikan bantuan air ke Banjar Pendem,” ujarnya. *ode

Komentar