nusabali

Selang Gas Amonia Bocor, Warga Sesak Napas

  • www.nusabali.com-selang-gas-amonia-bocor-warga-sesak-napas

Selang gas di pabrik es di Kedonganan bocor, ditengarai karena usia selang yang uzur. Warga di radius 100 meter dari pabrik mengalami sesak napas dan mata perih.

MANGUPURA, NusaBali

Warga yang tinggal di seputaran Jalan Segara Madu, Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung pada Minggu (15/9) siang dikejutkan dengan bocornya gas amonia dari sebuah perusahaan es. Pasalnya, warga yang tinggal di radius sekitar 100 meter dari pabrik itu mengalami sesak napas dan mata perih. Beruntung, bocornya gas itu tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa dan cepat ditangani oleh pihak perusahaan.

Salah seorang warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian, I Wayan Sunarta, menerangkan, bocornya gas amonia dari pabrik es itu terjadi pada Minggu sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu, pria yang tinggal di sekitar pabrik es mencium aroma gas amonia yang menyengat. Beberapa saat setelah mencium aroma itu, saksi langsung sesak napas dan matanya perih. Kejadian yang menimpa Sunarta ini dialami oleh warga yang juga berada di area radius sekitar 100 meter. Untuk itu, warga langsung diimbau untuk segera menjauhi lokasi pabrik es dan berkumpul di sekitar Pantai Kedonganan.

“Saat gas itu bocor, saya memang sedang berada tepat di samping pabrik. Sehingga, saat mencium aroma, saya langsung tahu kalau itu gas amonia, karena dulu pernah terjadi. Kemudian, untuk meminimalisir atau mencegah jatuhnya korban, saya langsung suruh warga untuk menjauhi pabrik dan berkumpul di pantai,” ungkapnya, Minggu sore kemarin.

Diakuinya, sebagian besar warga yang berada dalam radius itu mengalami sesak napas dan mata perih, bahkan ada juga yang muntah. Namun, mereka tidak sampai dibawa ke rumah sakit untuk penanganan. Setelah warga berkumpul, dia menginformasikan hal itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung untuk melakukan penanganan. Sementara itu, pihak perusahaan akhirnya berhasil menangani kebocoran gas itu. “Kalau untuk waktu bocornya itu sekitar 30 menit. Ya, kami langsung kontak yang berwenang untuk penanganan, ditakutkan terjadi sesuatu. Tapi, selang 30 menit setelah itu, kondisi sudah semakin membaik. Kemungkinan, pihak perusahaan langsung membetulkan kerusakannya,” kata Sunarta.

Sementata, salah seorang pegawai mekanik bernama Rony, mengakui terkait kebocoran gas itu. Diakuinya, peristiwa kebocoran selang tersebut terjadi saat dia akan melakukan perbaikan di lokasi tersebut sekitar pukul 11.00 Wita. Dugaan awal, kemungkinan bocornya selang tersebut, dikarenakan umur selang yang memang sudah harus diganti. “Tadi saya sedang maintenance, pas mau diperbaiki saat akan pindah gas, tiba-tiba selang pecah. Mungkin selanghya sudah lama dan tua,” ucapnya.

Pascakebocoran itu, pihaknya yang dibantu petugas dari Dinas Damkar Badung sebanyak delapan orang yang dibagi empat tim rescue dan empat tim damkar berupaya mengatasi kebocoran dengan peralatan lengkap di dalam pabrik seluas 50 m x 50 m.

“Setelah dilakukan pengecekan dan perbaikan kebocoran, akhirnya berhasil ditangani, kondisi di dalam pabrik kembali normal. Untuk tabung amonia di dalam pabrik itu sebanyak tiga tabung dengan ukuran diameter 60 cm panjang 4 m. Masing-masing tabung memiliki kapasitas 250 kilogram. Tapi, satu yang mengalami kebocoran,” ungkap Rony seraya mengaku kapasitas produksi dari tiga tabung gas ini bisa mencapai sekitar 800 balok es.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Badung dr Ni Nyoman Ermy Setiari membeberkan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengerahkan tim dengan peralatan lengkap ke lokasi. Namun, setibanya di TKP, pihak perusahaan sudah memperbaiki kebocoran. Terkait informasi awal adanya korban karena menghirup gas amonia, Ermy Setiari menyatakan hal itu tidak ada. Pasalnya, saat dicek di sejumlah puskesmas di Kedonganan, tidak ada korban yang terindikasi karena menghirup gas. “Kondisi sudah normal, saat kami tiba di TKP, situasi dan kondisi sudah membaik. Kami juga cek di puskesmas, tidak ada korban. Jadi semuanya sudah ditangani di lokasi,” tuturnya. *dar

loading...

Komentar