nusabali

NTP Bali Menurun 0,22 Persen

  • www.nusabali.com-ntp-bali-menurun-022-persen

Indeks Nilai Tukar Petani (NTP)  Bali pada Agustus 2019 menurun -0,22 persen. Dari 104,89 pada Juli 2019, menjadi 104,65 persen.

DENPASAR, NusaBali

Ada tiga sub sektor dengan penurunan terdalam,  yakni sub sektor hortikultura, turun sedalam -0,64 persen, disusul sub sektor perkebunan rakyat -0,39 persen dan sub sektor peternakan -0,15 persen. Kabid Statistik Distribusi BPS Bali I Gede Nyoman  Subadri, mengatakan NTP merupakan salah satu indikator proksi untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. “NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian terhadap barang dan jasa yang diperlukan petani untuk biaya produksi maupun konsumsi rumah tangganya,” jelas Subadri, Senin (9/9).

Dijelaskan lebih jauh, Indeks NTP diperoleh dari perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan Indeks harga yang dibayar (Ib) “ Semakin tinggi Indeks NTP, secara relative semakin kuat peranannya dalam ukuran tingkat kemampuan atau daya beli petani,” kata Subadri.

Meski mengalami penurunan 0,22 persen namun Indeks NTP masih ‘aman’, karena masih diatas 100. Tidak dibawah 100. Artinya, sektor  usaha pertanian masih memiliki prospek sebagai salah satu usaha untuk menopang perekonomian, khususnya sub sektor pertanian.

Sejumlah komoditas yang nilai tukarnya mengalami penurunan adalah palawija, sayur-sayuran, hasil perkebunan di antaranya kopi,kakao dan cengkeh.

Sementara dalam hitungan Indeks Harga Konsumen  atau inflasi pedesaan, kata Subadri Bali mengalami deflasi sebesar -0,41 persen. Berbalik dengan nasional di pedesaan mengalami inflasi atau inflasi pedesaan sebesar 0,09 persen.  *k17

loading...

Komentar