nusabali

Dinas Sosial Pastikan Bedah Rumah Tepat Sasaran

  • www.nusabali.com-dinas-sosial-pastikan-bedah-rumah-tepat-sasaran

Dinas Sosial Bangli melakukan verifikasi bagi penerima bantuan bedah rumah yang bersumber dari dana Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Kabupaten Badung.

BANGLI, NusaBali
Hasilnya, ada calon penerima yang harus dicoret karena tidak sesuai ketentuan. Anggaran program bedah rumah sebesar Rp 12 miliar sudah masuk ke kas daerah (Kasda) Bangli. Dinas Sosial pastikan penerima bedah rumah tepat sasaran.  

Kepala Dinas Sosial Bangli, I Nengah Sukarta, mengatakan Bangli mendapat bantuan 250 unit bedah rumah dari Kabupaten Badung dengan anggaran Rp 12 miliar. “Program bedah rumah sasarannya desa yang memiliki rumah tangga miskin (RTM) yang tinggi,” jelasnya, Senin (9/9). Penerima bedah rumah sudah ditentukan dari Badung. Setelah melalui verifikasi ada mis hingga calon penerima dicoret. “Kami menerima SK calon penerima dari Badung, setelah verifikasi ternyata ada beberapa calon penerima harus dibatalkan karena tidak memenuhi syarat,” bebernya.

Dijelaskan, pengajuan proposal, ada yang langsung mengajukan proposal ke Pemkab Badung. Kasi Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial Bangli, I Wayan Subrata mengungkapkan desa yang menerima bantuan bedah rumah Pemkab Badung yakni di Desa Trunyan sebanyak 118 unit, Desa Abang Songan 12 unit, Desa Abang Batu Dingding 5 unit, Desa Songan A 33 unit, Desa Soang 75 unit, Desa  Catur 2 unit, dan Desa Suter 5 unit. “Satu unit bedah rumah mendapat bantuan Rp 50 juta,” ungkapnya.

Kriteria yang harus dipenuhi calon penerima di antaranya penduduk asli Bangli, surat keterangan dari desa terkait kepemilikan tanah yang sah, dan memiliki rumah tidak layak huni. “Jika salah satu kriteria tidak terpenuhi, calon penerima akan digugurkan,” jelasnya. Pelaksanaan program bedah rumah direncanakan masuk dalam APBD Perubahan. Para penerima bantuan akan membentuk kelompok dan dana akan ditansfer ke ketua kelompok. Dinas Sosial sudah bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum selaku tim teknis. “Sekarang masih berproses, belum ada kegiatan pembangunan,” jelasnya. *esa

loading...

Komentar