nusabali

RSUD Klungkung Rawat 376 Pasien DB

  • www.nusabali.com-rsud-klungkung-rawat-376-pasien-db

Kasus Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Klungkung terus terjadi dalam setiap bulan, meskipun sedang musim kemarau.

SEMARAPURA, NusaBali

Sedikitnya, pasein DB yang dirawat di RSUD Klungkung, Januari - Agustus 2019 mencapai 376 orang. Dua orang pasien DB saat ini masih menjalani perawatan medis di RSUD Klungkung. Salah satunya pasien bernama I Kadek Aldo,16, yang notabene siswa kelas XI, SMAN 1 Semarapura, Klungkung. Siswa asal Banjar Sangging, Desa Kamasan, Klungkung ini sudah dirawat sejak, Rabu (4/9). Dengan keluhan demam, mual-mual dan sakit kepala. Setelah dicek ternyata trombositnya turun yakni 72. Sehingga Aldo langsung dirawat inap di ruang Durian RSUD Klungkung.

Kata Aldo, dirinya sudah demam sejak beberapa hari lalu, karena tak kunjung turun panas tubuhnya maka diajak kontrol ke RSUD Klungkung. Ternyata dirinya menderita DB sehingga harus dirawat inap. Ketika awal masuk trombositnya 72, sekarang turun menjadi 68. “Saya merasa demam sejak 6 hari lalu, hingga akhirnya dirawat di RSUD Klungkung,” ujar Aldo, Kamis (5/9).

Direktur RSUD Klungkung dr Nyoman Kesuma mengatakan, jumlah pasien yang sudah dirawat oleh RSUD baik DB maupun DBD hingga Agustus 376 orang. Terdiri dari pasien yang dirawat pada Januari 25 pasien, Februari 55 pasien, Maret 52 pasien, April 44 pasien, Mei 73 pasien, Juni 63 pasien, Juli 40 pasien dan Agustus 24 pasien. Namun tidak semua pasien itu merupakan warga Klungkung, karena sekitar 25-30 persen berasal dari daerah perbatasan Klungkung. “Semua pasien yang dirawat di sini sudah terlayani dengan baik, selama ini tidak ada yang sampai kekurangan kamar. Untuk saat ini ada 2 pasien DB yang masih dirawat,” ujar dr Kesuma.

Lebih lanjut disebutkan, di tengah musim kemarau ini memang masih terjadi kasus DB, padahal saat kemarau disertai angin kencang nyamuk sulit berkembangbiak. Hanya saja di tengah musim kemarau ini memang beberapa kali sempat turun hujan, begitu kena terik matahari nyamuk cepat berkembangbiak, setidaknya rentang dua hari.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Klungkung Ni Made Adi Swapatni mengatakan, begitu menerima laporan adanya pasien yang suspect DB. Maka petugas dari Diskes langsung turun ke lokasi pasien tersebut untuk mengecek apakah di areal itu ada jentik nyamuk disertai warga yang panas tinggi. Setelah itu baru dilakukan upaya fogging. “Untuk pencegahan kami gencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan abatesasi,” ujarnya.*wan

Komentar