nusabali

Bali Belum Bisa Penuhi Permintaan Sapi Potong

  • www.nusabali.com-bali-belum-bisa-penuhi-permintaan-sapi-potong

Bali belum mampu memenuhi permintaan pasar sapi potong dari luar daerah yang jumlahnya mencapai  80 ribu sampai 90 ribu ekor setiap tahun.

DENPASAR, NusaBali
Bali hanya mampu melayani sekitar 50 ribu ekor atau sekitar 60 persen. Karena itulah, peluang pasar sapi potong dari Bali masih sangat terbuka.

Kabid Pembibitan dan Produksi Dinas Peternakan Provinsi Bali I Ketut Gede Nata Kesuma mengungkapkan Jumat (30/8). “Artinya produksi  masih kurang untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi,” ujarnya di sela-sela pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Musyawarah Wilayah (Muswil) Paramedik Veteriner dan Inseminator Indonesia (Varapetindo) Bali.

Salah satu usaha mendorong produkvitas sapi Bali adalah salah satunya peningkatan kompetensi dan professional petugas paramedik veteriner dan inseminator. “Karena itulah salah  satu tujuan Muswil Paravertindo. Selain untuk penyusunan program dan pemilihan pengurus,” jelasnya.

Kata Nata Kesuma, meningkatnya kompetensi dan profesionalitas petugas paramedik dan inseminator, diharapkan mendorong produkvitas dan populasi sapi Bali. “Dengan petugas yang kompeten dan professional, akan makin banyak jumlah ternak (sapi) yang bisa dikawinkan, sehingga akan meningkatkan produksi,” jelasnya.

Data evaluasi UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting) per Agustus 2019, menunjukkan pencapaian target belum memenuhi target. Inseminasi Buatan/IB) baru 53.358 dosis (69 persen) dari 77.000 dosis, pemeriksaan kebuntingan/PKb 30.363 ekor atau 62 persen dari target 49.000 ekor. Terus kelahiran 23.414 atau 60 persen dari target 39.200 ekor.

“Hal ini menunjukkan adanya permasalahan dalam sistem manejemen reproduksi yang harus dibenahi baik ,” ujar Nata Kesuma.  Pembenahan tersebut, lanjutnya dari internal yakni dari petugas paramedik dan inseminator, maupun eksternal yakni dari peternak.

Sementara populasi sapi Bali saat diperkirakan tidak kurang dari 500 ribu ekor. Atau persisnya 526.000 ekor. Dengan asumsi setiap ekor seharga Rp 6 juta, maka nilai ekonomi sapi Bali mencapai Rp 3,1 triliun. “Itu artinya potensi modal masyarakat pada sapi  terbilang tinggi,” terang Nata Kesuma. Bali kata Nata Kesuma, memang dikenal sebagai salah satu gudang ternak sapi di Indonesia. Permintaan hampir selalu meningkat setiap tahun. *k17

loading...

Komentar