nusabali

Giliran Sang Istri Ikut Menghilang

Bos Koperasi yang Menghilang dan Mobilnya Ditemukan di Jurang

  • www.nusabali.com-giliran-sang-istri-ikut-menghilang

Sudah tujuh bulan lamanya Kadek Rifki Cahyadi, 36 dilaporkan hilang dan hingga kini polisi belum mampu mengungkapnya.

DENPASAR, NusaBali
Hilangnya bos Koperasi Wira Satya yang tinggal di Jalan Tukad Balian Gang Wirasatya Nomor 3 A, Denpasar Selatan ini semakin sulit diungkap karena istrinya, Chyntia Dini Poernamasari, 32 enggan memberikan keterangan kepada polisi dan kini menghilang dari rumahnya.

Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol I Nyoman Wirajaya dikonfirmasi, Selasa (27/8) mengatakan hingga siang kemarin pelapor dalam hal ini Chyntia tidak kooperatif. Setelah membuat pengaduan pada 26 Januari 2019, Chyntia  tidak mau hadir ke Polsek Denpasar Selatan untuk dimintai keterangan.

“Sampai saat ini (kemarin) pelapor tidak mau memberikan keterangan. Beberapa kali diminta untuk datang ke Polsek namun tak pernah datang. Hal ini yang membuat kita bingung. Diat tak mau memberi keterangan adalah haknya. Biarkan saja. Mobil dari suaminya itu sudah ditemukan di dalam jurang di Desa Wana Giri, Buleleng, tapi terlapor itu tidak ditemukan,” tutur Kompol Wirajaya.

BACA JUGABos Koperasi Diduga Menjadi Korban Pembunuhan

Sementara itu keterangan dari Heri Sutanto yang merupakan tetangga pelapor di Gang Wirasatya saat ditemui kemarin siang mengatakan penghuni rumah nomor 3A tersebut telah pergi sejak Maret 2019. Heri mengaku mereka semua pergi terkesan seperti orang kabur. Mereka pergi tanpa sepengetahun pemilik rumah.

Hingga kini mereka sedang dicari keberaannya oleh pemilik rumah. Mereka dicari karena pergi tanpa pamit dan membawa kabur barang pemilik rumah seperti kamera CCTV, kompor, dan beberapa barang lainnya. “Mereka (pelapor) menempati rumah itu statusnya kontrak. Kemarin (25 Agustus 2019) mereka dicari pak Beni (pemilik rumah),” tutur Heri.

Sebagai tetangga, Heri mengaku heran dan merasa aneh dengan keluarga tersebut. Dikatakan sejak sang suami hilang 25 Januari 2019 mereka perlahan memindahkan barang. Dua bulan kemudian mereka semua pergi meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. “Tidak tahu mereka pergi tinggal di mana. Mereka mulai menempati rumah ini sejak April 2018. Sejak saat itu mereka tidak berbaur dengan tetangga sekitar,” ungkap Heri.

Selain mengaku heran dengan cara pergaulan keluarga tersebut juga tutur kata mereka kurang enak untuk didengar. “Awalnya saya curiga negatif dengan mereka. Karena setiap kali mereka bercerita selalu ada kata mau bunuh orang. Saat itu saya sempat telepon kaling untuk memerhatikan mereka. Karena khawatir saya langsung pasang kamera CCTV di depan rumah saya ini,” tandasnya.

Kadek Rifki Cahyadi pergi meninggalkan rumahnya di Gang Wirasatya, Denpasar Selatan pada 25 Januari 2019 sore. Saat itu dia berpamitan kepada istrinya keluar untuk tagih uang koperasi. Saat keluar dia menggunakan mobil Mitsubishi Mirage DK 1186 OA.

Hingga 26 Januari Rifki tak kunjung pulang ke rumahnya. Selain itu istrinya tak bisa menghubunginya melalui telepon karena sudah nonaktif. Hal itu langsung dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan. Nah, sehari setelah dilaporkan, yakni 27 Januari mobil korban ditemukan di dalam jurang yang berada di Desa Wanagiri, Buleleng. Namun jejak Rifki tidak diketahui. Pada bangkai mobilnya tak ditemukan bercak darah. *pol

loading...

Komentar