nusabali

Dua Sekaa Gong Anak-anak Mabarung di Pura Dalem Beng

  • www.nusabali.com-dua-sekaa-gong-anak-anak-mabarung-di-pura-dalem-beng

Pentas mabarung dua sekaa gong anak-anak tampil memukau serangkaian Karya Dirgayusa Bumi di Pura Dalem dan Prajapati yang diempon karma Desa Adat Beng dan Desa Adat Gianyar, Rabu (21/8) malam.

GIANYAR, NusaBali

Adalah Sekaa Gong Anak-anak Ciung Wenara, Banjar Bedil Desa/Kecamatan Sukawati, bersanding dengan Sekaa Gong Anak-anak Werdhi Yowana Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh.

Pentas mabarung ini diinisiasi oleh Tim Kreatif Seniman Muda (TKSM) Gianyar. Tujuannya tiada lain sebagai pelestarian seni budaya sejak usia dini. Ketua TKSM Gianyar, I Made Kerta Suwirya mengatakan pentas mabarung masih menjadi ajang saling unjuk kemampuan dalam hal berkesenian. Jadi anak-anak setelah megambel dan menari, akan sekaligus dapat menyaksikan sekaa gong rivalnya saat pentas. Diakui, ajang pentas mabarung kali ini cukup sering diagendakan sebagai pengisi acara piodalan di sejumlah pura di Gianyar.

Dalam pentas mabarung ini, Sanggar Ciung Wenara (SCW) menampilkan tabuh pepanggulan Kori Agung, Tari Teruna Jaya, Tari Kreasi Crekeh serta Tari Kanyaka Sura. Sementara Sekaa Gong Werdhi Yowana juga tampil memukau lewat tabuh pepanggulan Cakra Arnawa, Tari Kelinci, dan Tabuh Kreasi Dharma Putra. Untuk diketahui, Sekeha Gong anak anak Werdhi Yowana Desa Bedulu, Blahbatuh jadi duta Gianyar di ajang Pesta Kesenian Bali Juni 2019 lalu. Sedangkan SCW merupakan sekaa gong anak-anak yang didirikan 1 Maret 2014 yang telah mencetak tiga generasi. Namanya anak-anak, sekaa gong ini terdiri dari penabuh usia dibawah 15 tahun. Bergabung dalam sekaa gong secara otomatis pula membentengi anak- dari gempuran perkembangan teknologi informasi.

Ditambahkan Made Kerta Suwirya, selain mengkoordinir pentas mabarung, lebih jauh TKSM Gianyar berperan sebagai konseptor dalam setiap agenda seni di Kabupaten Gianyar, sebut saja misalnya HUT Kota Gianyar. “Tim kreatif seniman muda ini baru dibentuk November 2018 lalu. Terdiri dari seniman muda dari 7 kecamatan. Jumlahnya ada sekitar 25 orang,” jelasnya.

Selain menjadi konseptor, TKSM ini juga bertugas mendata seni tradisi yang ada di kabupaten Gianyar serta menjadi pelaksana lapangan untuk acara Pesta Kesenian Bali untuk duta-duta Gianyar. “Kami juga keliling memberikan pembinaan ke semua bidang terkait dengan duta-duta PKB,” jelasnya. *nv

loading...

Komentar